Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Tahun baru saja berganti. Setelah industri mobil mengatakan ada potensi besar kenaikan harga, kini industri motor yang mengatakan hal senada. Siap-siap, harga motor kemungkinan naik!

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bidang Komersial Sigit Kumala menjelaskan kalau harga motor sesungguhnya setiap tahun mengalami kenaikan.
Jum'at, 04 Januari 2013

Siap-siap, Harga Motor Bakal Naik!
Bukan dari segi para produsen motor, tapi karena memang tiap tahun Bea Balik Nama (BBN) yang ditetapkan pemerintah selalu mengalami kenaikan.

"BBN pasti naik tiap tahun, itu berpengaruh ke harga jual motor," ujar Sigit.

"Rata-rata kenaikan BBN itu 10 persen, tapi tiap daerah kan berbeda. Khusus untuk Jawa Timur, kemungkinan kenaikan BBN-nya lebih besar dari daerah lain. Seperti di 2011, ketika itu daerah lain BBN rata-rata naik 10 persen, tapi mereka naik 15 persen," jelasnya.

Lebih lanjut Sigit menjelaskan kalau pengumuman kenaikan BBN biasanya diumumkan di antara bulan Februari dan Maret.

Dilain pihak, Sigit belum bisa memaparkan apakah selain urusan BBN ini pihak produsen motor akan menaikkan pula harga dasar motor mereka.

Hal ini patut dicermati. Sebab, kenaikan upah buruh dan kenaikan tarif dasar listrik tentu akan menambah biaya produksi sebuah sepeda motor. Jadi bila BBN naik ditambah produsen motor menaikkan harga dasar motornya, maka angka kenaikan harga motor tentu akan makin besar lagi.

"Kalau harga dasar motor itu kan ditentukan dari banyak faktor, terutama biaya produksi. Untuk saat ini kita belum bisa konfirmasi karena masih berhitung," lugasnya.


Prediksi Pasar Motor 2013, Skutik Makin Moncer, Motor Bebek Kehilangan Sayap

Motor skuter tanpa gigi diprediksi akan makin bertaji. Tahun ini, dominasi skutik diprediksi akan makin menguat sementara model cub (bebek) yang selama berpuluh tahun menguasai pasar motor Indonesia akan makin meredup.

Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) bidang Komersial Sigit Kumala memaparkan kalau model skutik diprediksi akan makin dominan di tahun ular air.

"Total penjualan tahun lalu belum keluar, tapi kemungkinan skutik ada di angka 57-58 persen. Tahun ini angka itu kemungkinan akan naik jadi sekitar 65 persen," ujar Sigit.

Dilain sisi, persentase model cub atau bebek diprediksi akan makin menurun. Bila di tahun lalu kemungkinan total penjualan bebek ada diantara 31-32 persen, tahun ini angkanya diproyeksi akan makin menyusut menjadi 27 persen.

"Pasarnya (bebek) diambil matik. Sisanya diambil sport," lugas Sigit.

Meski hasil akhir belum rampung dihitung, tahun 2012, pasar motor Indonesia kemungkinan ada diangka 7,1 juta unit, turun dari penjualan motor di 2011 yang berada di angka 8 juta unit.

"Tahun ini awalnya kita memprediksi penjualan motor akan sama seperti tahun lalu, di 7,1 juta unit. Tapi setelah ada pengumuman DP syariah mau dinaikkan juga, sepertinya target kita bakal terkoreksi.

DP kendaraan sendiri sebelumnya sudah dinaikkan oleh Bank Indonesia pada 15 Maret dan berlaku pada 15 Juni 2012 silam.

Pada aturan ini, ambang batas uang muka kredit kendaraan di bank konvensional untuk keperluan konsumtif naik menjadi 25 persen untuk kendaraan roda dua dan 30 persen untuk kendaraan roda empat.

Kebijakan itu lalu diikuti oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) yang menetapkan aturan serupa untuk kredit melalui lembaga pembiayaan (leasing) dengan ambang batas 5 persen lebih rendah dari yang ditetapkan oleh bank.

Bank Indonesia kemudian juga mengumumkan kalau di Januari ini akan menaikkan pula ambang batas uang muka kredit kendaraan untuk sistem syariah agar sama dengan sistem konvensional. Kebijakan ini kemungkinan juga akan kembali diikuti oleh leasing.

Bila begitu, DP kendaraan bermotor dipastikan akan naik. "Karena kebijakan ini, target awal kita itu kemungkinan akan terkoreksi sekitar 15 persen," ujarnya. (detik)
ilustrasi
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :