Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
"Kendaraan ekspedisi saya ini memuat ratusan tandan pisang milik orang Maumere ke Surabaya. Pisang yang saya muat ini sekali angkut Rp 4 juta.  Pemilik pisang datang di pelabuhan dan menurunkan pisang yang sudah masak dan membusuk untuk dibawa ke rumah," kata Pondet, sopir kendaraan ekspedisi, Permata Hokky Bajawa, kepada Pos Kupang di Pelabunan Lorens Say Maumere, Sabtu (12/1/2013) siang.
Minggu, 13 Januari 2013

Ratusan Tandan Pisang Membusuk Dalam Truk
Kendaraan ekspedisi jalan darat memuat pisang parkir di Pelabuhan Lorens Say Maumere, karena belum bisa berangkat ke Surabaya akibat cuaca di laut buruk, Sabtu (12/1/2013) siang
Maumere - Ratusan tandan pisang mentah  yang hendak di bawa ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan kendaraan ekspedisi dan diangkut kapal roro milik PT.Dharma Kencana,  membusuk di kendaraan ekspedisi.

Pondet yang mengaku asal Kota Bajawa, Kabupaten Ngada, itu mengatakan bahwa sejak tanggal 7 Januari 2013 sampai sekarang ini sekitar 20 kendaraan ekspedisi jalan darat atau janda tertahan di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Dua puluh kendaraan ekspedisi janda tersebut, kata Pondet, memuat pisang mentah untuk dibawa ke Surabaya, Jawa Timur menggunakan kapal milik PT.Dharma Kencana, yang sudah seminggu ini tertahan di Pelabuhan Lorens Say Maumere.

Pondet mengatakan, kapal roro tersebut tidak bisa berlayar ke Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jawa Timur karena kondisi cuaca di laut buruk dan tinggi gelombang laut mencapai empat meter sampai lima meter.

"Kapal sampai sekarang belum berangkat karena cuaca. Kami mau bilang apa, tunggu saja. Kalau Senin (14/1/2013) berangkat kami tinggal berangkat. Pisang yang sudah kami muat tidak bisa kami bongkar. Nanti di Surabaya dihitung berapa yang tandan rusak dan berapa yang baik," ujar Pondet.

Ia menjelaskan, kapal roro tersebut bersandar di Pelabuhan Lorens Say Maumere sejak Sabtu (5/1/2013), dan sampai sekarang ini belum bisa berlayara ke Surabaya.

Pondet  mengatakan, penundaan keberangkatan kapal ini mengganggu jadwal dan rencananya  memuat barang dari Surabaya ke Flores. "Yang jelas kami mengalami penurunan pendapatan. Kami parkir sudah seminggu karena kapal tidak berlayar setelah ada larangan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika," papar Pondet.

Pantauan Pos Kupang di Pelabuhan Lorens Say Maumere, puluhan truk ekspedisi janda yang parkir semuanya memuat pisang mentah. Juga ada yang memuat hasil bumi lainnya.

Ada beberapa pekerja yang sedang menurunkan  pisang yang sudah masak dan membusuk di bagian atas kendaraan. Ada mobil pick up yang membawa kembali pisang yang masak ke rumah. (tribunnews)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :