Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengaku belum pernah mendengar adanya rencana sejumlah purnawirawan jenderal TNI, yang ingin menggulingkan pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan menggunakan kelompok Islam garis keras. Menurut dia, rencana itu tidak boleh ada.
"Tidak pernah kita (pemerintah) mendengar rencana itu. Tidak pernah ada laporan yang masuk ke kita soal adanya kudeta," kata Purnomo di sela acara Jakarta International Defence Dialogue (JIDD) di Jakarta Convention Center, Rabu 23 Maret 2011.

Namun demikian, pemerintah akan terus memantau perkembangan di lapangan. Yakni dengan menggunakan perangkat keamanan untuk memerinci kebenaran informasi tersebut. Purnomo juga memastikan pemerintah akan menghadapi rencana itu dengan kekuatan militer. "Kalau ada (kudeta) akan kita hadapi," ujarnya.

Sebelumnya, Kantor Berita Al Jazeera menulis laporan adanya sejumlah purnawirawan jenderal bintang tiga di Indonesia, berada di balik gerakan anti-Ahmadiyah serta kekerasan terhadap jemaatnya. Para jenderal itu diam-diam mendukung organisasi itu karena memiliki tujuan sama yakni menjatuhkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dari kekuasaannya.
“Dia (datang) ngasih support saja,” kata Pimpinan Gerakan Reformasi Islam, Garis, Chep Hernawan seperti dikutip dari laporan investigasi Al Jazeera, Selasa (22/3) kemarin. “Dia mengatakan jihad tetap harus jalan terus. Kita tidak boleh mundur sampai pembohong itu jatuh."

Menurut pengakuan Chep,  para purnawirawan jenderal mendekatinya akhir Januari, atau sekitar sebulan sebelum kekerasan terhadap jemaat Ahmadiyah di Cikeusik terjadi. Sang Jenderal muak dengan kebohongan pemerintahan Yudhoyono. “Para bintang tiga ini (bertanya) apa yang diangkat untuk menumbangkan Susilo Bambang Yudhoyono. Isunya apa? Kasus Century tidak mampu… Barangkali isu Ahmadiyah.”

Dari pengakuan itu, jurnalis Al Jazeera Step Vassen menyebut, sang Jenderal pun mendukung gerakan organisasi Islam. Sang Jenderal menganggap Yudhoyono terlalu lemah dan terlalu reformis.

Purnomo menilai  pemberitaan akan adanya kudeta yang dimotori sejumlah pensiunan jenderal itu tidak benar. Karena itu, pemerintah belum akan mengambil tindakan. Ia menuding informasi itu menyesatkan seperti halnya informasi dari WikiLeaks soal Presiden Yudhoyono yang menyalahgunakan kekuasaan. Soal berita Al Jazeera ini, menurut Purnomo, pemerintah akan melakukan klarifikasi.

Karena, hingga kini pihaknya belum mendapatkan informasi soal adanya rencana kudeta tersebut. "Kita punya data, punya informasi," katanya. Informasi itu berasal dari Direktorat Intelijen Kementerian Pertahanan, Badan Intelijen Negara, serta Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI. "Ada mata dan telinga kita. Sementara ini tidak ada yang mengarah ke situ (kudeta)." (TEMPOInteraktif)
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro

Kamis, 24 Maret 2011
Jika Ada Kudeta, Pemerintah Hadapi dengan Kekuatan Militer
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :