Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Magelang - majalahbuser.com. Untuk mengatasi permasalahan kemacetan serta polusi udara, Kementerian Perhubungan (Kememhub) RI serius akan mengembangkan program pengembangan jaringan dan layanan kereta api di DIY sesuai  Rencana Induk Perkeretapian Nasional mulai 2015 dan ditargetkan operasional 2019 mendatang.

Kegiatan ini diawali dengan reaktivasi rel-rel lama terlebih khususnya rute Yogyakarta-Borobudur, dengan jarak berkisar  60 kilo meter, dan dilanjutkan  dengan pembangunan angkutan kereta api perkotaan dengan trem dan monorail.

Kerjasama Kemenhub RI dengan Pemda DIY ini dikukuhkan dalam penandatangan kesepakatan bersama oleh Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Hermanto Dwi Atmoko dan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X di Komplek Kepatihan Yogyakarta, Jumat (26/09).
Minggu, 28 September 2014

Jalur KA Yogya-Magelang Akan Dihidupkan Lagi
Nota kesepahaman tersebut akan ditindaklanjuti melalui dengan penyusunan dokumen perencanaan teknis, penyiapan lahan, pembangunan prasarana dan sarana perkeretaapian. Termasuk kegiatan pengoperasian, perawatan dan pengusahaan prasarana dan asarana perkeretapaian serta penyiapan sumber daya manusia di bidang perkeretapaian dan kelembagaan di DIY.

"Kami berharap nota kesepahaman ini dapat segera diimplementasikan sehingga peran serta roda transportasi kereta api dapat menjadi salah satu solusi efektif dalam menyelesaikan permasalahan perkotaan yang dihadapi DIY, yang gilirannya dapat meningkatkan perekonomian daerah. Kemenhub RI mengharapkan program ini dapat mengatasi permasalahan kemacetan dan polusi udara sehingga tercipta moda transportasi massal yang terpadu, terintegrasi dan meningkatkan kualitas dan taraf hidup masyarakat perkotaan," tutur Hermanto.

Hermanto juga menyampaikan, kerjasama keduabelah pihak tersebut untuk pengembangan perkeretapian dengan opsi menghidupkan jalur-jalur kereta api yang lama (reaktivasi) dan pembangunan jalur kereta api perkotaan.

Reaktivasi ini awalanya akan menghidupkan jalur Yogya-Borobudur, namun masih terkendala masalah tanah karena sudah menjadi Jalan Magelang dan mungkin ada lahan baru atau di atas jalan. 

"Kami juga akan membangun jalur ke arah bandara baru di Kulonprogo, perkotaan di kaji dengan UGM apakah bentuknya trem atau monorail masih digodok. Dalam waktu dekat ini baru menghidupkan rel lama kembali karena itu lebih mudah daripada membangun baru, " terangnya.

Masih menurut Hermanto, program Kemenhub RI ini memang dilakukan secara bertahap karena membutuhkan waktu konstruksi 2 hingga 3 tahun dan harus terus dikoordinasikan dengan Pemda setempat. Terutama masalah aset tanah yang selama ini menjadi problematika pembangunan jalur transportasi.

" Bagi kami tidak masalah sepanjang ada tanahnya yang bisa dibangun, nantinya kereta akan menggunakan diesel dahulu karena lebih mudah daripada kereta listrik. Kami minta segera disiapkan dokumen teknis dan kelengkapan lainnya," katanya. (hm/herlit)
Jejak bekas rel kereta api Yogya-Magelang

      Berita Nasional :