Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Jakarta Pembangunan Wisma Atlet Asian Games 2018 di kawasan Kemayoran berlangsung begitu cepat. Buktinya, baru 30 pekan pengerjaan, seluruh menara yang rencananya dibangun sudah berdiri kokoh.

Bahkan, proses pengecoran sudah dimulai. Rata-rata proses pengerjaan bangunan sudah selesai sampai lantai 5 hingga 7. Pihak pengembang pun merasa sangat puas dengan pembangunan Wisma Atlet.

"Sudah 30 pekan berlangsung, tingkat pengerjaan sudah mencapai 24 persen. Kami menargetkan setiap pekan ada perkembangan sekitar empat persen. Artinya, setiap satu lantai bisa dibangun," kata PPK Wisma Atlet Kemayoran, Ditto Ferakim.

Kondisi ini membuat Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, optimistis proses pengerjaan Wisma Atlet Kemayoran berakhir tepat waktu, dan sudah bisa digunakan pada test event pada Oktober 2017 mendatang.

"Saya sangat puas dengan perkembangan yang ada di Wisma Atlet. Bukannya sombong, dilihat dari proses pengerjaan dan desainnya, saya yakin Wisma Atlet kita lebih bagus dari Rio de Janeiro," terang Erick.

Meski berlangsung cepat, bukan berarti tak ada hambatan yang dialami pihak pengembang saat membangun Wisma Atlet. Kondisi cuaca di Jakarta yang tak menentu menjadi salah satu tantangan utama bagi pengembang untuk mengerjakan proyek pembangunan.

"Selain itu ada masalah lain seperti keterlambatan bahan bangunan dan lainnya. Sifatnya teknis dan bisa diatasi. Kami yakin bisa dikerjakan tepat waktu," jelas Ditto.

Sambut Asian Games XVIII, 6 Arena di GBK Jadi Cagar Budaya

Sebanyak enam arena olahrga di Komplek Gelora Bung Karno (GBK) ditetapkan sebagai cagar budaya menyambut pelaksanaan Asian Games XVIII 2018. Adapun enam arena olahraga yang ditetapkan sebagai cagar budaya itu adalah Stadion Tenis, Aquatic atau Stadion Renang, Istora Senayan, Stadion Madya, Stadion Basket dan Stadion Utama.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi DKI Jakarta, Catur Laswanto mengatakan, pembangunan enam arena olahraga yang menjadi cagar budaya telah dilakukan. Lima dari enam arena olahraga hampir selesai dibangun.

"Untuk lima bangunan sudah kami selesaikan bahkan kami pro aktif meminta bahan-bahan, aktif melakukan pertemuan karena kami menyadari bahwa ini kegiatan nasional yang harus didukung semua pihak," kata Catur di Stadion GBK Jakarta, Selasa 18 Oktober 2016.

Ia mengaku, bahwa pembangunan stadion utama sampai saat ini masih mengalami perdebatan. Yakni mengenai kehadiran ramp di stadion utama. Sebab pembangunan ramp dianggap berakibat pada rusaknya rupa cagar budaya.

"Tampak depan stadion utama merupakan sebuah bangunan yang bernilai sejarah dan sudah menjadi ikon sejak presiden pertama, karena ini sejalan dengan UU Cagar Budaya bahwa ciri asli muka bangunan dipertahankan," katanya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengingatkan, pembangunan arena olahraga sebagai cagar budaya untuk selesai tepat waktu yakni Oktober 2017 mendatang. "Yang bisa dikerjakan, dikerjakan. Jangan nunggu ini itu," kata Djarot. (mus/viva)
Selasa, 18 Oktober 2016

Wisma Atlet Asian Games 2018 Lebih Oke dari Kelas Olimpiade
Proses pembangunan Wisma Atlet Asian Games 2018 Indonesia
      Berita Nasional :