Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
majalahbuser.com - Setya Novanto akhirnya memenangi kontestasi pemilihan ketua umum Partai Golkar pada Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Bali. Menurut Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, Novanto terpilih karena para pemilik suara dan kader Golkar menghendaki.

"Selain itu, karena kontestasi berlangsung free and fair dan relatif transparan," kata Siti saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 18 Mei 2016.

Siti juga melihat komunikasi antar calon ketua umum relatif cair. Oleh karena itu, pada putaran pertama, dua caketum lebih memilih cara musyawarah mufakat untuk menentukan ketua umumnya dan memilih tidak meneruskan kontestasinya ke putaran kedua meskipun hal itu dimungkinkan.

"Nasib Golkar ke depan akan dipengaruhi kepemimpinan SN apakah yang bersangkutan memiliki talenta atau kepiawaian sebagai nakhoda baru Golkar," kata dia lagi.

Siti menuturkan, mampu atau tidaknya Novanto melakukan konsolidasi dan menghadirkan soliditas di internal Golkar bisa dibuktikan antara lain dari seberapa berimbang dalam mengakomodasi semua elemen-elemen yang ada di Golkar dalam kepengurusan periode 2016-2019.

"Apakah SN mampu merangkul semua unsur-unsur yang ada untuk dijadikan satu kekuatan yang ampuh membangun sistem, etika dan nilai-nilai sebagai partai modern di Golkar yang mengedepankan etika politik, trust building, respect each other/saling menghormati, dan tidak menghalalkan semua cara," demikian Siti Zuhro.

Munaslub Golkar Memukau PKB

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar telah sukses digelar. Wakil Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Lukman Edy, menilai positif penyelenggaraan Munaslub itu. Hal itu bisa ditiru oleh partai lain.

"Saya kira teman-teman Golkar berhasil mengkapitalisasi Munas ini menjadi perhatian publik, dengan menginisasi debat publik di televisi antar-calon ketum, pendaftaran terbuka, dan saya kira ini sangat menarik, bisa menjadi contoh bagi PKB dan parpol lainnya," kata Lukman di Senayan, Jakarta, Rabu 18 Mei 2016.

Menurut dia, yang mungkin bisa dilakukan selanjutnya adalah menekan biayanya agar bisa lebih murah lagi. Tetapi ia menilai positif porsi liputan media kepada Golkar, karena bisa menjadi pembelajaran positif ke masyarakat.

"Porsi liputan yang seperti itu (Golkar), itu sangat memberikan pendidikan positif bagi masyarakat," ujar Lukman. Selain itu ia juga menyoroti tahapan-tahapan di Golkar yang dinilainya demokratis. Hal itu katanya bisa mempertontonkan kedewasaan politik yang baik.

"Tahapan-tahapannya demokratis, dan ketika masuk di putaran kedua terjadi musyawarah mufakat. Menurut saya itu menggambarkan kedewasaan Golkar dan menjadi contoh bagi partai lainnya," kata Lukman. (ren/viva)
Rabu, 18 Mei 2016

'Nasib Golkar ke depan Ditentukan Kepemimpinan Novanto'
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :