Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Jakarta - Polda Metro Jaya merilis jumlah korban ledakan bom Thamrin total menjadi 34 orang setelah ada 1 orang warga Bekasi melaporkan.

Korban luka itu atas nama Ahmad Sofyan yang melapor lewat hotline pengaduan Polda Metro Jaya.
Minggu, 17 Januari 2016

Jumlah Korban Teror Thamrin Bertambah Jadi 34 Orang
"Ada tambahan korban yang melaporkan diri atas Ahmad Sofyan dari Bekasi. Yang mana datang ke sini verifikasi dan periksa kami mencocokkan dan ternyata memang betul Ahmad Sofyan ada di TKP terkena serpihan bom di telinga di Starbucks," kata Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Musyafak di Polda Metro Jaya, Minggu (17/1/2016).

Dia mengatakan saat itu Ahmad Sofyan sedang jalan untuk mengantar ke daerah yang dekat dengan Sarinah, Jakarta Pusat. Namun, saat kejadian bom meledak, Sofyan tak terlalu merasakan luka dalam di telinganya. Dirasakan luka ini, begitu sampai di rumahnya.

"Ada jadi 34 orang. Tapi yang bersangkutan awalnya tidak merasakan. Kemudian korban berobat ke rumah sakit Mitra Keluarga untuk rawat jalan," tutur Musyafak.

Kemudian, dia menambahkan untuk korban yang sudah pulang dari RSPAD Gatot Subroto adalah Budi Rahmat. Lalu, atas nama Johanes yang merupakan warga negara asing (WNA) asal Belanda dibawa ke salah satu rumah sakit di Singapura. Permintaan ke rumah sakit di Singapura ini atas keinginan pihak keluarga dan kedutaan besar Belanda.

"Itu atas permintaan keluarga dan kedutaan untuk bisa dirujuk ke rumah sakit yang ada di Singapura. Karena kondisi sudah stabil, pihak RSPAD mengizinkan," tutur Musyafak. Dia pun merincikan jumlah korban yang mencapai 34 termasuk 8 meninggal. Data terbaru yang meninggal adalah office boy Bangkok Bank Rais Karna. Sementara, jumlah korban luka mencapai 26 dan 16 masih dirawat intensif di rumah sakit.

"Saya sampaikan korban semua 34, meninggal delapan termasuk korban bernama Rais Karna. Kemudian hidup 26 jumlahnya masih dirawat, sudah pulang jumlah sepuluh. Kemudian tujuh orang yang meninggal postmortem," sebutnya.

Dengan meninggalnya Rais Karna, jumlah korban yang tewas mencapai 8 orang. Delapan orang tersebut yaitu empat korban dari warga adalah Rico Hermawan (20), Sugito (43), Amer Ovali Taher (46), dan Rais Karna (37). Kemudian, empat orang yang tewas diduga pelaku adalah Dian Joni Kurniadi (25), M. Ali (40), Afif/Sunakin, dan Ahmad Muhazan bin Saron.


Ketua MPR Imbau Umat Islam Tak Terpengaruh Ajakan Ikut Gafatar dan ISIS

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan meminta kepada semua umat Islam untuk tidak mudah terpengaruh oleh ajakan yang tidak bertanggung jawab, seperti ISIS dan Gafatar.

Hal itu dia sampaikan menyusul peristiwa hilangnya dokter Rica Tri Handayani serta peristiwa penyerangan di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1/2016) kemarin. Dokter Rica hilang karena diduga mengikuti aliran Gafatar. Sementara serangan di jalan Thamrin diduga karena pelaku mengikuti gerakan Negara Islam Irak Suriah (ISIS).

"Saya harap jangan terlalu mudah terpengaruh ajakan-ajakan yang kurang bertanggung jawab. Sedikit-sedikit masuk surga meninggalkan sanak saudara," kata Zulkifli usai menghadiri acara Maulid Nabi Muhammadi SAW di Menara 165, jalan TB Simatupang, Jakarta Minggu (17/1/2016).


Polda Metro Ganti Istilah Bom Sarinah Jadi Bom Thamrin

Dampak teror bom di Jl MH Thamrin pada Kamis (14/1) lalu, melebar ke dunia usaha. Penggunaan istilah pun menjadi sorotan. Bom Sarinah yang lebih sering digunakan, dianggap kurang tepat, sebab lokasi kejadian bukan berada di Gedung Sarinah, melainkan di Pos Polisi Thamrin dan Gedung Menara Cakrawala.

Penggunaan istilah 'Bom Sarinah' muncul dalam spanduk yang dibuat Polda Metro Jaya di ruang Media Center. Tulisan lengkapnya sebagai berikut "MEDIA CENTER KASUS BOM SARINAH No. HOTLINE : 0821-1010-9191/0812 1212 9191". Di bawahnya ada foto-foto saat aksi teror itu terjadi dan kunjungan Presiden Jokowi ke lokasi kejadian yang didampingi beberapa menteri, pejabat dari Polri, dan TNI.

Sejumlah masukan kepada Polda Metro Jaya terkait spanduk tersebut disampaikan. Akhirnya, pada hari ini, istilah 'Bom Sarinah' sudah diganti dengan 'Bom Thamrin'. Namun hari ini, Minggu (17/1/2016), spanduk tersebut sudah diganti dengan istilah 'Bom Thamrin'. Suara masyarakat yang mengkoreksi itu didengar dan Polda patut diapresiasi. (berbagai sumber)
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :