Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Banjarnegara - Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Banjarnegara Aris Sudaryanto mengatakan 70 persen wilayah di kabupaten itu rawan bencana tanah longsor atau pergerakan tanah.
Jum'at, 28 Oktober 2011

Awas! 70 Persen Wilayah Banjarnegara Rawan Longsor
"Wilayah rawan longsor atau pergerakan tanah ini berada di bagian atas (wilayah perbukitan). Untuk sementara ini, yang paling rawan di Desa Asinan, Kecamatan Kalibening, dan Desa Kalitlaga, Kecamatan Pagentan, karena di dua desa tersebut banyak permukiman" kata Aris, di Banjarnegara, Rabu.

Oleh karena itu, kata dia, BPBD berupaya mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana tanah longsor tersebut.

Dalam hal ini, lanjutnya, BPBD telah berkoordinasi dengan para relawan dan instansi terkait lainnya untuk memantau sejumlah titik rawan bencana yang telah menjadi skala prioritas pengawasan.

"Kami juga meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi iklim yang tidak menentu belakangan ini. Apalagi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan wilayah Banjarnegara berpeluang terjadi hujan lebat dalam pekan ini," katanya.

Menurut dia, masyarakat di wilayah rawan longsor diimbau untuk segera mengungsi ke tempat yang lebih aman jika terjadi hujan deras pada malam hari.

Selain tanah longsor, kata dia, BPBD juga meminta masyarakat mewaspadai bencana angin kencang atau puting beliung yang kemungkinan dapat terjadi pada musim hujan.

"Kalau bencana banjir, di Banjarnegara hanya ada satu kecamatan rawan banjir, yakni di Kalibening. Meskipun berada di wilayah atas, Kalibening merupakan daerah mangkuk atau cekungan," katanya.

Ia mengatakan, potensi banjir di Kecamatan Kalibening yang berada di perbatasan Kabupaten Banjarnegara dan Pekalongan ini disebabkan sedimentasi Sungai Brukah yang kedalamannya sudah hampir rata dengan areal persawahan.

Dengan demikian jika air sungai tersebut meluap, kata dia, sejumlah desa di Kecamatan Kalibening dapat terendam banjir.

"Sedimentasi di Sungai Brukah ini berasal dari Gunung Langit, sehingga jika airnya meluap, beberapa daerah akan terendam banjir," kata dia menjelaskan.

Daerah rawan longsor di Banjarnegara tersebar di 14 kecamatan dari 19 kecamatan di kabupaten ini, sementara daerah rawan bencana angin kencang tersebar di 13 kecamatan. (ant)
Sejumlah warga berkerumun menyaksikan tebing longsor di pegunungan Dieng desa Setieng, Kejajar, Wonosobo Deberapa Waktu lalu