Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
"Perampok bank, toko emas itu perlu dicurigai sebagai pelaku terorisme. Dan ini juga sudah terbukti, sebelum bom bali, mereka merampok 1/2 kilogram emas," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai di sela acara Diskusi bersama BNPT dengan jurnalis di Surabaya, Kamis (21/3/2013).
Sabtu, 23 Maret 2013

Waspadai Pelaku Terorisme 'Berkedok' Perampok Bank dan Toko Emas

Surabaya - Berbagai cara dilakukan jaringan terorisme untuk menggali dana guna membiayai operasinya. Diantaranya, dengan cara merampok toko emas, merampok bank atau nasabah bank.
Salah satu kasus terbaru perampokan Toko Emas di Tambora, Jakarta Barat yang dibekuk polisi di daerah Bekasi Timur.

Mantan Kapolda Sumut ini menceritakan, sebelumnya dia tidak mengira bahwa pelaku perampokan di Tambora adalah jaringan teroris. Namun setelah mendapatkan informasi dari kepolisian tentang pelaku perampokan, ternyata pelaku merupakan jaringan besar dan terkait dengan kelompok Solo, Beji, Poso serta Makassar.

Selain itu, salah satu perampok toko emas di Tambora, adalah buronan perampokan CIMB Medan tahun lalu.

"Bisa jadi mereka menggali dana dengan cara merampok toko emas atau bank maupun nasabah bank. Jadi patut dicurigai," tuturnya.

Ketika ditanya lebih lanjut, untuk mengantisipasi pelaku teror tidak sampai mendapatkan dana dengan cara merampok toko emas atau bank dengan cara pencegahan dan pengawasan ketat di objek tersebut, Ansyaad menyerahkan sepenuhnya ke kepolisian.

"Itu sudah tugas rutin Polri," tegasnya.


Kurun Waktu 13 Tahun, 850 Teroris Ditangkap, 60 Diantaranya Tewas

Aksi terorisme di Indonesia muncul sekitar tahun 2000-an. Dalam kurun waktu 13 tahun ini, sebanyak 850 teroris ditangkap. Dari jumlah itu diantaranya, 60 teroris tewas.

"Sampai sekarang, ada sekitar 850 teroris yang ditangkap. 60 Orang diantaranya meninggal," ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Irjen Pol (Pur) Ansyaad Mbai di sela acara Diskusi bersama BNPT dengan jurnalis di Surabaya, Kamis (21/3/2013).

Terorisme yang tewas seperti Nurdin M Top, Dr Azhari, Amrozi dan pelaku terorisme lainnya. Sedangkan teroris yang pernah dan sudah ditangkap, jumlahnya total sekitar 700 orang lebih.

"Ada sekitar 700-an yang kita perlakukan baik. Kita lakukan pendekatan humanis," tuturnya.

Selain menggunakan pendekatan humanis ke pelaku teror, aparat juga memberikan bantuan kepada anak dan istrinya maupun pelaku teror. Seperti menfasilitasi memberikan bantuan pendidikan bagi anak pelaku. Juga memberikan bantuan untuk usaha kedai kopi, tambal ban maupun ojek.

Mantan Kapolda Sumut ini mengatakan, tidak ada anggaran untuk memberikan bantuan ke pelaku atau keluarganya. Menurutnya, bantuan tersebut murni dari kocek pribadi petugas. Namun, Ansyaad enggan menjelaskan lebih detail.

"Sudah-lah jangan diungkit itu (bantuan untuk pelaku atau keluarganya). Dan jangan tanya dari mana dananya. Yang penting, bagaimana menurunkan tingkat radikalisasi dengan cara humanis," terangnya.

Dia menambahkan, taraf hidup pelaku dari keluarga miskin dan banyak masalah yang dihadapinya seperti terlilit hutang. "Tidak ada dana asing. Kalau ada yang mengatakan kita biayai asing, astaghfirullah itu tidak benar," ujarnya.

Sementara itu dari sisi petugas kepolisian yang tewas saat menangani pelaku terorisme, sebanyak 30 polisi.

"Ya itu sudah resikonya menjadi polisi. Siapa suruh masuk polisi. Menjadi polisi itu tanggungjawabnya berat," jelasnya, sambil berharap, agar semua elemen masyarakat bahu-membahu mencegah aksi terorisme, yang dinilai sangat meracuni masyarakat. (detikSurabaya)
ilustrasi:
penangkapan teroris melawi
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :