Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Surabaya - Secara aturan, lokalisasi Dolly memang tutup selama bulan Ramadhan, tepatnya satu bulan penuh. Namun hal itu tidak lantas mematikan transaksi 'lendir' antara hidung belang dan PSK Dolly. Sebab, berdasar 'kebutuhan', keduanya masih menjalankan transaksi kenikmatan itu meski tidak transparan.

Bahkan, transaksi masih dilakukan para PSK dan hidung belang di kawasan sekitar lokalisasi terbesar se- asia tenggara atau Dolly.
Rabu, 10 Agustus 2011
Weleh! PSK Dolly Buka Praktik di Rumah Kos
Pasalnya, para PSK itu tidak pulang kampung sesuai dengan laporan Pemerintah Kota Surabaya, melainkan mereka memilih untuk sewa rumah atau kos di sekitar Dolly.

Berdasar penuturan Jarwo, pemilik warung kopi di kawasan Dolly, hampir sebagaian wanita penghibur (PSK) Dolly memilih untuk tinggal di rumah-rumah sewa di sekitar Dolly. Mereka mencoba memanfaatkan waktu sebelum lebaran untuk mengais rezeki.

"Akeh mas sing sik nang Suroboyo. Onok sing kos, onok sing kontrak omah bareng-bareng (Banyak yang masih di Surabaya mas. Ada yang kos, dan ada yang sewa rumah bareng-bareng)," ujar Jarwo.

Para gadis penghibur tersebut mengharapkan para langganan memanfaatkan 'service' nya selama bulan Ramadhan ini. Mereka biasanya bertransaksi via telfon dan kemudian melanjutkan eksekusi di tempat kos maupun rumah kontrakannya.

"Yo langsung tembak di tempat mas, jange nang endi maneh, hotel-hotel yo akeh razia (ya langsung tembak di tempat mas, mau kemana lagi, hotel-hotel banyak yang dirazia)," imbuhnya.

Berdasar informasi dari lingkungan sekitar lokalisasi Dolly, para PSK tersebut menyewa rumah di beberapa kawasan, diantaranya Kupang Gunung, Dukuh Kupang, serta kawasan sekitar lokalisasi lainnya. Mereka (PSK) menyewa rumah kos yang membebaskan penghuninya berlainan jenis tinggal tanpa surat nikah, atau lebih dikenal kos bebas.

Dari pantauan beritajatim.com di lapangan, di kawasan Kupang Gunung serta Dukuh Kupang, memang terdapat puluhan rumah kos yang dipetak-petak per kamar. Keberadaan rumah kos ini tidak terlihat dari luar, bahkan ada berlokasi di dalam kampung sempit. Seperti yang terlihat di kawasan Kupang Gunung, sebuah rumah berukuran sekitar 10 x 15 yang berlokasi di dalam gang sempit. Jika diamati, nampak rumah berlantai dua tersebut digunakan untuk bisnis kos-kosan.

Hal ini terlihat dari bangunan yang didesain petak per kamar, serta halaman depan yang dibiarkan bebas untuk aktivitas penghuninya, seperti memasak dan mencuci pakaian. Tidak banyak aktivitas yang terlihat di rumah kos tersebut, hanya beberapa wanita berusia sekitar 30 tahunan nampak bercengkrama di halaman rumah.

Dari penampilannya, para wanita tersebut tergolong trendy, terlihat dari warna rambut yang kemerahan, serta pakaian yang serba mini (hot pants) menunjukan kemolekan tubuhnya tanpa menggubris pandangan orang yang sedang melintas, kerumunan wanita sexy tersebut terlihat aksik bercengkrama.

Jika dilihat, lokasi kos-kosan serta penampilan penghuninya, besar kemungkinan kos tersebut disewa oleh rombongan PSK dari dolly. Pasalnya, kawasan Kupang Gunung tidak berdekatan dengan mall maupun kampus.

Sementara itu, berdasar penuturan Fredy, pemilik salah satu toko isi pulsa di kawasan Kupang Gunung mengatakan, bahwa semenjak penutupan lokalisasi Dolly selama ramadhan, aktivitas di kampungnya mulai meningkat. Hal ini bukan lantaran ramainya bulan puasa, namun semakin meningkatnya penghuni rumah kos di kawasan Kupang Gunung.

"Pokoknya semenjak bulan puasa kemarin, kos-kosan disini penuh. enak mas, cantik-cantik," ujar Fredy.

Fredy menceritakan, bahwa berdasar informasi, para penghuni kos baru tersebut dapat melayani pesanan syahwat langsung di tempat kos. "Katanya sih bisa ehek-ehek (ML) langsung di kosnya," ujarnya sembari tertawa.

Menurut Fredy, harga yang ditawarkan pun tidak berbeda dengan harga di wisma lokalisasi, yakni berkisar antara 100 hingga 125 ribu rupiah. "Harganya tetap sama. Nggak ada diskon khusus Ramadhan," imbuhnya sembari bercanda.

Namun tak semua orang bisa mendapatkan pelayanan khusus di tempat kos. Dengan alasan keamanan, para PSK terlebih dulu menyeleksi pelanggannya sebelum menyepakati untuk melakukan ritual nikmat. Biasanya, tamu yang sudah menjadi langanan tetapnyalah yang akan dilayani, atau dengan melalui perantara.

Munculnya fenomena prostitusi seks kos bebas pengganti lokalisasi tersebut tentu menambah agenda pemerintah kota Surabaya untuk menyiapkan strategi baru dalam menghentikan kegiatan prostitusi selama Ramadhan. [rif/kun](beritajatim)
PSK Dolly
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :