Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Pekanbaru - Setelah diguyur hujan 2 hari berturut-turut, akhirnya kabut asap pekat yang selama ini menyelimuti Kota Pekanbaru mulai hilang. Jarak pandang kian membaik karena berada pada angka 4.000 meter.

Selain jarak pandang, kualitas udara di beberapa wilayah mulai beranjak dari level berbahaya ke sedang, sehingga masyarakat Pekanbaru bisa menghirup udara segar.
Kamis 29 Oct 2015

Asap Berbulan-bulan Terhapus Hujan 2 Hari
Hal ini terpantau dari 2 lokasi Indeks Standar Pengukur Udara yang berada di Pekanbaru.

"Udaranya mantap dan segar. Sudah 4 bulan tidak saya rasakan seperti ini. Saya keluar tidak pakai masker lagi," kata Roy Manurung, seorang warga di Pekanbaru, Kamis (29/10/2015).

Roy berharap hujan turun lagi supaya asap hilang total di Pekanbaru. "Semoga sore nanti hujan lagi, soalnya sekarang sudah mendung, semoga turun," ujar dia.

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Pekanbaru Sugarin menyebutkan, faktor utama membaiknya jarak pandang di Pekanbaru disebabkan hujan.

"Ini juga pengaruh hujan dalam dua hari belakangan. Walau begitu, asap tipis masih ada di beberapa kabupaten dan kota di Riau. Kalau di Pekanbaru sudah agak membaik," katanya, Kamis (29/10/2015).

Meski demikian, membaiknya jarak pandang di Pekanbaru tak diikuti daerah lainnya, seperti Kabupaten Pelalawan, Kabupaten Indragiri Hulu dan Kota Dumai.

"Di Kabupaten Pelalawan, jarak pandang masih 1.000 meter. Sementara di Kota Dumai jauh lebih buruk yaitu 100 meter. Begitu juga di Rengat, Kabupaten Indragiri Hulu yang hanya 50 meter," ungkap Sugarin.

Menurut Sugarin, kabut asap yang menyelimuti 3 daerah tersebut masih kiriman dari provinsi tetangga di Pulau Sumatera. Sebab, di Riau sendiri sudah tidak terpantau lagi adanya titik panas sebagai indikasi kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pantauan satelit, 111 titik panas masih terdapat di Pulau Sumatera. Jumlah ini menyebar di 3 provinsi, dimana Sumatera Selatan masih dominan.

"3 Titik panas terpantau di Lampung, 4 di Jambi dan 104 titik di Sumatera Selatan. Kalau di Riau nihil. Bisa disebabkan faktor hujan juga. Mudah-mudahan hari ini peluang hujan ada lagi," katanya.


2 Bulan Sepi karena Asap, Akhirnya Hari ini Ada Pesawat Landing di Jambi

Setelah dua bulan lebih sepi karena asap, akhirnya malam ini ada pesawat yang mendarat dan mengudara di Bandara Sultan Thaha Jambi. Pesawat berani terbang karena jarak pandang relatif membaik.

Pesawat tersebut adalah Lion Air dengan nomor penerbangan JT 608. Pesawat tersebut berangkat dari Bandara Soekarno Hatta Jakarta dan mendarat di Bandara Sultan Thaha sekitar pukul 18.15 WIB.

"Pesawat ini kapasitas penumpangnya hampir dua ratus, tapi kali ini membawa penumpang 47 orang," ujar Parolan Simanjuntak, Kepala Unit Pelayanan Operasional Bandara Sultan Thaha Jambi, Kamis (29/10/2015).

Sekitar setengah jam kemudian, pesawat ini mengudara dengan membawa 60 penumpang.

Menurut Parolan Simanjuntak, jarak pandang hari ini cukup bagus. "Dua hari ini turun hujan sehingga jarak pandang cukup bagus. Saat pesawat take off tadi, jarak pandangnya sekitar 2.700 meter," ujarnya.

Namun, Parolan tidak bisa memastikan apakah besok akan ada pesawat yang landing dan take off di Bandara Sultan Thaha.

"Mudah-mudahan jarak pandang besok bagus. Tapi sebagian besar maskapai secara administrasi sudah menyampaikan pemberitahuan pembatalan penerbangan hingga Jumat besok, tapi kita tidak tahu apakah Lion Air bisa. Mudah-mudahan saja bisa," jelasnya.

Jika jarak pandang bagus, kata Parolan, rombongan Presiden Jokowi bisa datang ke Jambi menggunakan pesawat. "Mudah-mudahan visibility-nya bagus," harapnya.


(berbagai sumber)
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :