Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengajak seluruh warga Indonesia memasang bendara setengah tiang selama dua hari atas wafatnya Ketua MPR Taufiq Kiemas, Sabtu 8 Juni 2013. Taufiq meninggal dunia di sebuah rumah sakit Singapura dalam usia 70 tahun.

Presiden menjelaskan, bendera setengah tiang biasanya dipasang di instansi atau lembaga bila ada seorang kepala lembaga tinggi wafat. "Tapi, saya ajak saudara, warga Indonesia ini, sebagai wujud penghormatan dan kecintaan kita pada Bapak Taufiq Kiemas."

Dalam pidatonya di kediaman Cikeas, Bogor, Sabtu malam, SBY menyampaikan duka cita mendalam atas kepergian Taufiq.
Sabtu, 8 Juni 2013

SBY: Bendera Setengah Tiang untuk Kenang Taufiq Kiemas
"Saya juga berharap keluarga yang ditinggalkan tabah menghadapi musibah ini," imbuhnya. SBY pun mengajak masyarakat untuk mendoakan Taufiq Kiemas agar tenang di alam baka.

Kabar duka dari PDI Perjuangan disampaikan Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang menyatakan, "Taufiq Kiemas wafat pukul 19.05 waktu Singapura atau 18.05 WIB. Megawati, dan keluarga besar telah berada di Singapura. Rencana pukul 9 pagi besok, jenazah akan dibawa ke Jakarta lewat Bandara Halim Perdanakusuma, dan tiba pukul 10.00 WIB."

Taufiq Kiemas dirawat di Singapura sejak 3 Juni lalu. Ketua Dewan Pertimbangan Pusat PDIP ini sudah lama mengidap gangguan jantung.


Tak Hanya di PDIP, Taufiq Rujukan Politisi Lintas Parpol

Ketua Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) Taufiq Kiemas, 71 tahun, meninggal dunia dalam perawatan di Singapura, Sabtu 8 Juni 2013 pukul 18.05 WIB. Sepeninggal Taufiq Kiemas, ada beberapa hal yang dikenang politisi muda di partai manapun.

Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Thohari menilai, Taufiq tak hanya menjadi rujukan bagi politisi muda PDI Perjuangan, tetapi bagi politisi lintas partai. Sebagai tokoh besar Indonesia, imbuhnya, Taufiq sangat mengayomi semua golongan, kelompok, dan aliran.

"Pak Taufiq selalu menjadi rujukan para politisi Indonesia dari partai politik manapun. Apakah parpol berdasar agama atau parpol nasionalis-kebangsaan," kata Hajriyanto, Sabtu 8 Juni 2013.

Untuk itu, Hajriyanto mengatakan, Taufiq tidak hanya milik PDIP, tetapi juga milik bangsa dan negara. "Kepeduliannya kepada Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika, sangat luar biasa mengesankan. Untuk keempat pilar negara itu Pak Taufiq siap melakukan apa saja, berkorban apa saja," kata dia. Selama ini Taufiq selalu mengerjakan tugas-tugasnya sebagai Ketua MPR, meski  dengan fisik yang tak prima lagi.

"Pak Taufiq Kiemas, selamat jalan. Kami akan meneruskan komitmen dan perjuangan beliau, sampai kapanpun juga. Kami sangat bersedih," kata politisi Partai Golkar ini.

Sementara itu, mantan politisi PDI Perjuangan yang kini menjadi hakim agung, Gayus Lumbuun mendatangi rumah duka di Jalan Teuku Umar, Menteng, Jakarta Pusat. ""Saya terpukul. Terutama menjelang pemilu, nanti banyak membuat kebijakan. Sebagai bangsa, kita kehilangan dia," jelas Gayus.

Salah satu hal yang dia ingat adalah perjuangan Taufiq 'mempromosikan' empat pilar. Salah satunya, bahwa Pancasila patut dihidupkan. Dia juga mengenang saat dirinya diusulkan jadi hakim agung. "Dia memberi wejangan khusus. Jadi saya tahu, dari parpol saya harus menyeberang. Apa yang dia sampaikan, jadi pegangan saya," kata dia.


Pesan Terakhir Taufik Kiemas untuk MPR

Sebelum wafat, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) menitipkan pesan kepada wakilnya, Hajriyanto Y Thohari. Pesan Taufik Kiemas itu dibeberkan Hajriyanto kepada wartawan di Jakarta, Sabtu (8/6/2013).

"Beliau berpesan gerakan sosialisasi empat pilar negara harus terus dilanjutkan secara masif, dan sistematis," ujar Hajriyanto Y Thohari. Hajriyanto mengaku, bersedih atas kepergian Taufik Kiemas. Bagi Hajriyanto, Indonesia kembali kehilangan putra terbaik.

"Kami bersedih sekali dan menangisi kepergian Pak Taufik Kiemas dengan hati penuh duka. Kita sangat kehilangan Beliau. Bangsa dan negara ini sungguh sangat kehilangan putra terbaiknya,"  paparnya.

Menurutnya, Taufik Kiemas bukan sekedar tokoh senior PDI Perjuangan. Taufik Kiemas adalah tokoh besar Indonesia saat ini. Beliau adalah pemimpin politik senior yang sangat mengayomi semua golongan, semua kelompok dan aliran serta golongan ideologis. "Semua kelompok, aliran, dan golongan ideologis apapun menghormati beliau, dan memandang beliau sebagai seniornya," ucapnya.

Politisi Partai Golkar itu mengemukakan, Taufik Kiemas selalu menjadi rujukan para politisi Indonesia dari partai manapun. "Apakah parpol berdasar agama ataukah parpol nasionalis-kebangsaan. Semuanya menjadikan Pak TK sebagai seniornya, kakaknya, ayahnya, bahkan rujukannya," ungkapnya seraya menyatakan, suami Ketua Umum PDI Perjuangan itu sebagai figur yang peduli atas keberadaan Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.

"Beliau sangat luar biasa mengesankan. Untuk keempat pilar negara itu Pak Taufik Kiemas siap melakukan apa saja, berkorban apa saja," imbuhnya.

Meski kemampuan fisik Taufik Kiemas menurun, lanjut Hajriyanto, semangat Politisi PDI P itu masih menyala dan menggelegak saat berbicara tentang pancasila. "Bagi beliau Pancasila dan NKRI adalah segala-galanya. Dan untuk dasar negara dan falsafah bangsa ini, Pak Taufik Kiemas tidak mentoleril pandangan-pandangan yang mengukurnya secara finansial," urainya.


(berbagai sumber)
Ketua MPR Taufiq Kiemas
      Berita Nasional :