Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Jakarta - Siswa SMA dan SMK akan menjalankan Ujian Nasional (UN) secara serentak pada 15-17 April 2013 mendatang.

Namun, ada perbedaan yang mendasar pada UN tahun ini, yaitu semua siswa dalam satu ruangan akan mendapatkan jenis soal yang berbeda-beda dan dibuat sebanyak 20 jenis soal.
Petugas menurunkan soal-soal Ujian Nasional tingkat SMA/SMK dari truk pengangkut di Kota Yogyakarta, DI Yogyakarta, Jumat (13/4/2012)
Senin, 8 April 2013

Hindari Kebocoran, Soal UN Dibuat 20 Jenis

"Tahun ini, ada 20 jenis soal. Jadi, soal tiap siswa di satu kelas berbeda sehingga lebih terukur lagi kerahasiaannya, terjaga, dan mencegah kebocoran," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Taufik Yudi Mulyanto, ketika dihubungi wartawan di Jakarta, Minggu (7/4/2013).

Meski setiap siswa mendapatkan soal yang berbeda, Taufik memastikan bobot kesulitan masing-masing tetap sama. Oleh karenanya, Taufik mengharapkan siswa tidak khawatir dengan banyaknya variasi soal UN kali ini.

Dikatakan Taufik, Disdik DKI telah memberikan informasi ini kepada peserta UN melalui pihak sekolah masing-masing sejak awal tahun pelajaran dimulai. Ia juga mengimbau agar peserta didik tidak percaya dan terbujuk untuk membeli bocoran soal karena ia berani menjamin soal-soal UN tidak akan bocor ke pihak ketiga dengan sistem pencetakan dan jenis soal yang jauh berbeda dari tahun lalu.

"Nantinya, setiap jenis soal akan ada barcode sebagai tanda keaslian dan keabsahan soal tersebut sehingga tidak mudah dipalsukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab," kata Taufik.

Untuk pelaksanaan UN tahun ini, seluruh soal UN secara nasional akan dicetak oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, tidak lagi oleh masing-masing provinsi. Soal itu akan diterima oleh Dinas Pendidikan DKI Jakarta pada 14 April 2013 mendatang. Soal ujian itu akan disimpan di 28 rayon sebelum didistribusikan ke sekolah-sekolah pelaksana UN.

"Setelah kami terima soal ujian, akan dibuat berita acara, baru disampaikan kepada rayon penyelenggara untuk disimpan. Ada 28 rayon yang akan dijaga oleh aparat demi menjaga kerahasiaan dokumen negara ini," ujar Taufik.

Pada tahun ini, tercatat sebanyak 128.346 siswa SMA dan SMK akan mengikuti UN. Rincian jumlah itu terdiri dari 63.206 siswa SMA dan 65.140 siswa SMK di seluruh wilayah DKI Jakarta. Taufik juga mengharapkan tingkat kelulusan tahun ini dapat lebih tinggi dari tahun sebelumnya yang mencapai 99,95 persen.


Mendikbud: Soal UN Bocor Akan Mudah Dilacak

Mendikbud Mohammad Nuh menegaskan, soal ujian nasional 2013 yang bocor akan mudah dilacak karena soal UN 2013 memiliki barcode (tampilan sekuriti).

"Dengan adanya barcode akan mudah diketahui mana soal yang bocor, namun soal UN 2013 juga sulit bocor, karena memiliki variasi soal yang lebih banyak dari tahun lalu," katanya di Surabaya, Minggu (31/3/2013).

Ia mengemukakan hal itu setelah melakukan Sosialisasi Kurikulum 2013 dan Peresmian Gedung Pascasarjana Universitas PGRI Adi Buana Surabaya yang dihadiri ratusan guru PGRI se-Jawa Timur.

Mantan Rektor ITS Surabaya itu mengharapkan para siswa SD, SMP, SMA, dan sederajat untuk khusyuk mengerjakan soal UN 2013, karena variasi soal UN yang dikerjakan dalam satu ruang akan berbeda semuanya.

"Saya tahu sekarang sudah beredar bocoran soal UN, tapi dari mana bocoran itu, karena soal UN 2013 saja belum selesai dicetak, kok sudah bocor, lalu dari mana bocoran itu," katanya.

Dalam arahan pada Sosialisasi Kurikulum 2013, Mendikbud menegaskan, mata pelajaran akan mengalami perubahan pendekatan karena tujuan Kurikulum 2013 bukan hanya pengetahuan, melainkan juga sikap dan keterampilan.

"Untuk itu, pendekatan yang sinergis antara pengetahuan, sikap, dan keterampilan akan ada dalam kurikulum baru itu. Misalnya, mata pelajaran IPA yakni Biologi, Kimia, dan Fisika yang akan menginduk ke mata pelajaran Biologi, kemudian mata pelajaran IPS yakni Geografi, Sejarah, Sosiologi, dan Ekonomi yang akan menginduk ke mata pelajaran Geografi. Itu karena target kita bukan hanya pengetahuan," katanya.

Bahkan, mata pelajaran Pancasila dan Kewarganegaraan pun tidak akan diajarkan dengan memberitahukan apa saja sila-sila Pancasila dan apa artinya. "Namun, siswa akan diajari tentang cara menjadi warga negara yang efektif untuk saat ini, lalu dikenalkan dengan cara untuk itu melalui Pancasila, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika, Bahasa Indonesia, lagu 'Indonesia Raya', dan sebagainya," katanya.

Tidak hanya itu, pengenalan itu juga akan direlevansikan dengan konteks saat ini. "Jadi, siswa tidak hanya tahu Pancasila, tapi mereka diajak berpikir terkait relevansi Pancasila saat ini," katanya.

Dalam sosialisasi itu, Mendikbud juga menerima sejumlah pertanyaan dari para guru, di antaranya nasib guru mata pelajaran yang diintegrasikan dengan mata pelajaran lain, peraturan tentang tatap muka 24 jam, dan sebagainya. (ant)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :