Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Denpasar - Partai Demokrat semakin mengukuhkan diri sebagai partai keluarga Cikeas. Susilo Bambang Yudhoyono resmi terpilih sebagai ketua umum melalui proses aklamasi.

Namun hingga ditutupnya Kongres Luar Biasa Partai Demokrat, Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono tidak mengundurkan diri dari jabatannya. Kini, duet ayah dan anak menjadi pemimpin Partai Demokrat.
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono disambut Sekjen Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono saat tiba di areal Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Hotel Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, Sabtu (30/3)
Minggu, 31 Maret 2013

Akhirnya, Bapak dan Anak Pimpin Partai Demokrat

"SBY menerima tawaran ini karena untuk penyelamatan dan konsolidasi partai," kata pimpinan sidang, EE Mangindaan di Hotel Grand Bali Beach, Sanur, Sabtu, 30 Maret 2013. Usai pemilihan ketua umum, Demokrat mengubah sejumlah pasal-pasal dalam anggaran rumah tangga.

Salah satu pimpinan sidang, Amir Syamsudin membacakan sejumlah perubahan. Misalnya, pasal 13 menyatakan ketua umum dibantu oleh ketua harian yang bertanggung jawab kepada ketua umum. Ketua harian ini dipilih oleh ketua umum terpilih.

Dalam pasal 18, Amir menjelaskan tugas ketua harian adalah mengawasi kepartaian yang sifatnya ke dalam dan ke luar di tingkat daerah. Amir menyatakan, dalam menjalankan tugasnya ketua harian memperoleh izin dari ketua umum.

Perubahan pasal 19 misalnya menyatakan, wakil ketua umum melaksanakan tugas dan fungsinya atas dasar ketua harian. Terkait dengan jabatannya di Dewan Pembina, SBY menyerahkan kepada Ketua Harian Dewan Pembina. Namun pimpinan sidang tidak menjelaskan, bagaimana mekanisme ketua harian pembina ini dipilih. Sedangkan untuk di Majelis Tinggi, SBY menyerahkan wewenangnya kepada Wakil Ketua Majelis Tinggi.


Siapa yang Mendanai KLB Demokrat?

Bendahara Umum Partai Demokrat Sartono Utomo enggan menyebutkan berapa dana yang dikeluarkan untuk menyelenggarakan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Hotel Grand Bali Beach, Denpasar, 30-31 Maret 2013. Namun dia menekankan, pelaksanaan kongres ini akan berlangsung sederhana.

"Kami adakan sederhana dan tidak hingar bingar," kata Sartono di lokasi kongres, Jumat, 29 Maret 2013. Dia menyatakan, dana kongres ini dibiayai oleh pengurus Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat.

Dia enggan menjelaskan berapa jumlah dana yang disumbangkan oleh pengurus. Apakah ada yang menyumbang lebih dari Rp 1 miliar? Sartono menggeleng. "Nanti akan kami publikasikan," kata dia.

Sartono menuturkan, panitia tidak menanggung transportasi peserta dari daerah asal. Alasannya, menurut dia, banyak kader Demokrat di daerah menjadi anggota DPRD, bupati bahkan gubernur. "Transportasi mereka sendiri-sendiri," kata dia.

Menurut Sartono, semua peserta diinapkan di Hotel Grand Bali Beach dan tidak ada peserta yang diinapkan di luar hotel ini. Namun ada juga pengurus lain yang menginap di sejumlah hotel di Sanur. Dia berharap, pelaksanaan kongres bisa berlangsung dengan semangat kekeluargaan.


Acara Kongres Demokrat Kacau Balau

Susunan acara dan pelaksanaan Kongres Luar Biasa Partai Demokrat di Ballrom Hotel Grand Bali Beach kacau balau. Ketiadaan susunan acara membuat banyak peserta dan wartawan bingung mengenai keberlangsungan acara. Tidak ada yang tahu persis jam berapa acara persidangan akan dimulai.

Kekacauan sudah terlihat saat pembukaan. Ketika acara menyanyikan lagu Indonesia Raya, masih banyak peserta hilir-mudik di ruangan. Kekacauan lain, Ketua Panitia Pelaksana Max Sopacua, misalnya, justru tidak menyampaikan sambutan. Padahal pembawa acara sudah mempersilakan Max Sopacua untuk memberikan sambutan. Hingga sekarang belum jelas mengapa Max tidak memberikan sambutan dalam pembukaan kongres.

Saat Sekretaris Jenderal Edhie Baskoro Yudhoyono memberikan sambutan, sejumlah peserta terlihat berlalu lalang dan berbicara dengan suara kencang di kursi bagian belakang. Sejumlah peserta kongres juga tampak tergesa-gesa memasuki acara. Wartawan yang meliput pelaksanaan kongres juga tidak mendapat kejelasan soal susunan acara kongres luar biasa ini.

Kekacauan berikutnya adalah saat akan dimulainya persidangan. Panitia melalui pengeras suara meminta ruangan disterilkan. Namun, sejumlah panitia lain justru meminta wartawan yang sudah meninggalkan ruangan kembali ke ruangan sidang. "Masak kita disuruh keluar-masuk terus?" kata seorang wartawan media online.

Ketidakjelasan juga membuat pusing Pasukan Pengamanan Presiden. Mereka meminta wartawan tetap berada di ruangan daripada bolak balik keluar ruangan ballrom. Panitia juga tidak memberikan kejelasan, arahan mana yang harus diikuti oleh peserta kongres. (tempo)
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :