Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :

Sleman - Sebanyak 5 ribu mahasiswa asal Nusa Tenggara Timur (NTT) eksodus dari Yogyakarta ke sejumlah daerah. Mereka merasa takut pasca-penembakan empat narapidana Lembaga Pemasyarakatan, Cebongan, Sleman, Yogyakarta, pada Sabtu, 23 Maret 2013. Keempat korban tersebut semua berasal dari NTT.
Rabu, 27 Maret 2013

Ribuan Mahasiswa asal NTT Eksodus dari Yogya 
Sejumlah anggota kepolisian berjaga di depan pintu masuk Lapas Cebongan di Sleman, DI Yogyakarta, Sabtu (23/3/2013)

Sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa NTT, Daniel Dama Ledo, mengatakan mahasiswa ketakutan setelah beredar pesan singkat tentang sweeping oleh kelompok tak dikenal dan bersenjata ke pusat-pusat hunian mahasiswa. Mereka mengungsi ke kerabat yang ada di Malang, Solo, dan Surabaya.

"Separuh dari 10 ribu mahasiswa NTT, terutama dari Kupang, eksodus," kata dia di kantornya, Sleman, Selasa sore, 26 Maret 2013.

Menurut dia, 20 orang sesepuh Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa NTT telah bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Brigjen Polisi Sabar Rahardjo dan Komandan Kodim Sleman untuk meminta jaminan keamanan mahasiswa asal NTT. Selain jaminan kemananan, para sesepuh juga meminta polisi menyelesaikan kasus penembakan secara tuntas.

"Kasus itu tanggung jawab negara. Harus diselesaikan agar tidak menimbulkan preseden buruk," katanya.

Para sesepuh, kata Daniel, prihatin dengan pernyataan Kapolda DIY bahwa kasus ini sulit diungkap. Pernyataan ini menimbulkan ketidakpastian kondisi mahasiswa NTT di Yogyakarta.

Dia menambahkan sesepuh akan berdiskusi untuk mendata mahasiswa dan warga NTT serta warga yang terjebak perkelahian. Ia menyerukan perdamaian dan menolak kekerasan.

"Kekerasan tidak perlu dibalas dengan kekerasan. Itu seperti besi menancapkan besi," katanya.

Sebelumnya, empat tahanan LP Cebongan, yang menjadi tersangka kasus pembunuhan anggota Kopassus Sertu Santoso, dieksekusi kawanan bersenjata pada Sabtu pekan lalu. Mereka adalah Yohanes Juan Mambait, Angel Sahetapi alias Deki, Adrianus Candra Galaga alias Dedi, dan Gameliel Yermiayanto Rohi Riwu alias Adi. Empat jenazah telah diterbangkan ke NTT Senin pagi, 25 Januari 2013.


SBY Diminta Serius Usut Penyerangan LP Cebongan

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono diminta berani bersikap tegas dalam menuntaskan pengusutan kasus penyerbuan di Lembaga Pemasyarakatan Cebongan, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Presiden harus meminta Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) segera mengumumkan hasil temuan," kata anggota Komisi Pertahanan dan Keamanan Dewan Perwakilan Rakyat, Tri Tamtomo, di kompleks parlemen Senayan, Rabu, 27 Maret 2013.

Politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini mengatakan, saat ini publik sangat menunggu tegaknya keadilan dan ketegasan pemerintah dan menegakkan keadilan.

Penyergapan pada empat tersangka pembunuhan di LP Cebongan, kata Tri, sudah mengganggu rasa aman masyarakat. Apalagi kejadiannya berlangsung di tempat yang berada dalam pengawasan pemerintah.

Tak hanya segera menuntaskan penyelidikan, Tri berharap penegak hukum berani jujur mengungkap apa pun temuan yang diperoleh. Polisi tak perlu takut menyebutkan pihak-pihak yang diduga sebagai pelaku pembunuhan. "Harus berani karena ini sebetulnya mudah."

Tri berharap pemerintah SBY konsisten melaksanakan komitmen mengusut tuntas kasus pembunuhan. (tempo)