Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Pamekasan - Ini mungkin satu-satunya dan baru pertama kali di Indonesia. Kakak adik jadi penguasa di sebuah kabupaten di Pulau Madura.

Peristiwa ini patut dicatat lembaga pencatat rekor MURI (Museum Rekor Indonesia). Levelnya mirip dengan Bupati Bangkalan, Ra Momon (26) yang terpilih jadi bupati termuda di Indonesia yang tercatat di MURI.
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :

Jum'at, 05 April 2013

Pertama di Indonesia, Dua Bersaudara Jadi Penguasa Kabupaten Pamekasan
Dari dua bersaudara kandung itu, sang kakak terpilih jadi bupati atau orang nomor satu di lembaga eksekutif. Sedangkan sang adik baru saja diangkat jadi ketua lembaga legislatif di DPRD. Yang menarik, kakak dan adik itu berasal dari parpol yang berbeda.

"Kakak jadi bupati dan adik jadi ketua dewan dalam waktu yang bersamaan adalah peristiwa pertama dan satu-satunya di Indonesia. Ini patut menjadi kebanggaan warga Kabupaten Pamekasan," ujar Raden Muljadi, tokoh petani garam di Pamekasan, Kamis (4/4/2013)

Sang kakak yang bernama Ahmad Syafi'i baru saja terpilih jadi Bupati Pamekasan dalam Pilkada 9 Januari lalu 2013. Sedangkan Halili, sang adik naik kelas menjadi Ketua DPRD Pamekasan setelah sebelumnya menjadi pelaksana tugas ketua yang ditinggal Kholil Asy'ari yang kini jadi wakil bupati.

Agaknya kakak-adik, Ahmad Syafi'i dan Halili, memiliki jalan hidup yang serupa. Keduanya sama-sama mengawali menjadi politis Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelumnya, Ahmad Syafi'i menjadi Ketua DPRD Pamekasan periode 1999-2004. Di tengah perjalanannya, Ahmad Syafi'i terpilih menjadi Bupati Pamekasan periode 2003 - 2008.

Perjalanan Syafi'i untuk melanjutkan jabatan bupati akhirnya terganjal saat Pilkada Pamekasan pada tahun 2008 lalu. Kala itu, Ahmad Syafi'i dikalahkan Khalilurrahman yang akhirnya menjabat Bupati Pamekasan 2008 hingga 2013.

Namun Ahmad Syafi'i tak patah arang dan mencalonkan diri menjadi anggota DPR RI dari Partai Demokrat dan akhirnya jadi wakil rakyat di Senayan, Jakarta. Nah. Pada Pilkada Pamekasan 2013 awal Januari lalu, Ahmad Syafi'i kembali merebut kursi Bupati Pamekasan hingga nanti berakhir 21 April 2018.

Sedangkan Halili mengawali karier menjadi legislator pada periode 2009-2014. Halili yang semula menjadi anggota Fraksi PPP akhirnya naik kelas menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Pamekasan yang ditinggal Kholil Asy'ari yang mencalonkan diri jadi wakil bupati.

Ketua Fraksi PPP DPRD Pamekasan Iskandar Zulkarnain mengatakan, usulan Halili untuk menjadi Ketua DPRD Pamekasan secara definitif merupakan keputusan partai bersama ulama-ulama PPP. Keputusan menetapkan Halili, telah sesuai dengan mekanisme penggantian Ketua DPRD yang diatur dalam PP No 16 tahun 2010 tentang pedoman penyusunan peraturan tata tertib DPRD serta ketentuan yang diatur dalam tata tertib DPRD Pamekasan.

"Kami tinggal menyampaikan keputusan tersebut ke DPW PPP Jatim dan mengirim surat ke Gubernur Jatim melalui Bupati Pamekasan untuk disahkan secara resmi," papar Iskandar.

Perjalanan hidup kakak dan adik kelahiran Pamekasan itu patut dijadikan teladan bagi warga Pamekasan lainnya.

"Meski pada kakak dan adiknya itu berlainan partai politik, namun keduanya mampu meniti karier dalam jabatan puncak di masing-masing partainya. Yang satu jadi bupati dan sang adik jadi ketua dewan. Kakak adik itu, benar-benar menginspirasi anak-anak muda Pamekasan," kata Muksin, sahabat Ahmad Syafi'i semasa duduk di bangku SMPN 1 Pamekasan. (detikSurabaya)
Kakak dan Adik, Bupati Pamekasan (kiri) dan Ketua DPRD Pamekasan (kanan)