Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Surabaya  - Dampak isu penutupan, operasi anggota TNI yang giat dilakukan serta pemasangan CCTV di sekitar lokalisasi Dolly dan Jarak, rupanya cukup dahsyat. Hal ini berimbas pada sepinya pengunjung lokalisasi.

Udin, pelayan sekaligus makelar salah satu wisma Dolly mengaku sangat terdampak dengan rencana penutupan serta berbagai cara yang dilakukan Pemerintah Kota Surabaya untuk mematikan lokalisasi.
Jumat, 16/05/2014

Dampak CCTV, Dolly Sepi, Pelayan Wisma dan Makelar Gigit Jari
Kepada wartawan, Udin menuturkan bahwa pada hari biasa, dirinya bisa menggaet tamu sekitar 15 - 20 orang perhari. "Kalau dulu saya bisa memasukkan tamu antara 15 sampai 20 orang perhari," ujar Udin.

Lebih lanjut Udin menjelaskan bahwa jasa menggaet tamu yang dilakukannya atau biasa disebut makelar mendapat upah 10 ribu rupiah pertamu. "Dapatnya 10 ribu per tamu. Ya dari itu saja penghasilan saya," ujar pria berpawakan tambun ini.

Setelah muncul isu penutupan serta seringnya operasi anggota TNI ditambah dengan pemasangan CCTV, penghasilan Udin menurun drastis. Saat ini Udin mengaku hanya bisa menggaet 4 - 5 orang saja perhari.

"Kalau sekarang sepi mas, banyak nganggurnya. Bisa dibilang penghasilan kita mati," keluhnya.

Kepadawartawan, Udin berkeluh kesah, bahwa ratusan orang yang berprofesi seperti dirinya di lingkungan lokalisasi Dolly dan Jarak yang luput dari perhatian Pemerintah Kota. Udin berpandangan bahwa Pemerintah Kota Surabaya melihat lokalisasi hanya sebatas PSK dan Mucikari, padahal banyak orang yang menggantungkan hidup dari geliat prostitusi tersebut.

"Saya ini orang kecil mas, Saya hanya berharap kebijakan dari Pemerintah Kota, Termasuk Walikota Surabaya Bu Risma,bahwa  masih banyak orang seperti saya yang menggantungkan hidup disini. Jangan hanya melihat PSK dan Mucikari saja. Kalau PSK dan Mucikari gampang, tinggal pindah saja ketika lokalisai ditutup, terus nasib orang seperti saya bagaimana?, ganti rugi pun kita tidak dapat," keluh Udin.

Saat ini orang - orang seperti Udin yang luput dari perhatian Pemerintah Kota Surabaya hanya bisa pasrah menunggu nasibnya yang akan ditentukan pada tanggal 19 Juni 2014 mendatang. "Kalau memang benar - benar ditutup, saya tidak tahu lagi harus kerja apa mas. Kita lihat saja nanti," pungkasnya. [beritajatim]
PSK lokalisasi Dolly
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :