Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Bekasi - Lembaga Kajian Advokasi dan Lingkungan Hidup (eLKAIL) Bekasi menyimpulkan munculnya pulau misterius di Laut Muaragembong, Kabupaten Bekasi, diduga kuat sebagai fenomena pemindahan material kasar berupa pasir dan kerikil dari muara ke laut, saat musibah banjir.
Rabu, 26 Februari 2014

Penyebab Munculnya Pulau Misterius di Laut Muaragembong Bekasi
eLKAIL dalam paparannya menyebutkan, terbentuknya pulau misterius itu merupakan fenomena alam yang wajar. Sekretaris Jenderal eLKAIL Bekasi, Sardi Adi Saputra, mengatakan, peristiwa itu bisa terjadi di zona pantai, zona dangkalan dan zona laut dalam.

Menurut dia, pulau misterius dengan panjang sekitar dua kilometer dan lebar 15 meter yang membentuk garis melengkung ke arah laut dalam, masuk ke dalam zona pantai.

Lokasi pulau misterius berada satu jam perjalanan perahu dari bibir pantai di Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.

Sardi menjelaskan, proses pembentukan pulau baru di daerah pantai biasanya terjadi karena adanya peristiwa geologi seperti sedimentasi atau pengendapan, gempa bumi, dan gunung meletus.

Untuk pulau baru yang muncul di Laut Muaragembong, berasal dari proses sedimentasi yang berlangsung sejak lama atau tidak serta merta.

"Di mana material kasat yang terdiri dari pasir dan kerikil mengalami proses pemindahan atau pengangkutan material, yang diakibatkan tenaga kinetis pada sungai sebagai efek dari gaya gravitasi," katanya, Selasa 25 Februari 2014.

Sungai mengangkut material hasil erosinya dengan beberapa cara, antara lain dengan cara traksi, berarti material yang diangkut akan terseret pada dasar sungai.

"Kemudian rolling, material akan terangkut dengan cara menggelinding pada dasar sungai," kata Sardi.

Kemudian saltasi, di mana material akan terangkut dengan cara meloncat pada dasar sungai. Suspensi, proses pengangkutan material secara mengambang dan bercampur dengan air sehingga menyebabkan air sungai menjadi keruh.

Kemudian solution atau terjadi pengangkutan material larut dalam air dan membentuk larutan kimia.

Proses sedimentasi terjadi karena aliran sungai tidak mampu lagi mengangkut material yang dibawanya. Apabila tenaga angkut semakin berkurang, maka material yang berukuran besar dan lebih berat akan terendapkan terlebih dahulu, baru kemudian material yang lebih halus dan ringan.

"Proses angkut material di laut biasanya akan berakhir di air hangat," ujarnya.

Sedimentasi juga bisa terjadi di sungai, di mana bagian paling efektif terjadi pengendapan terdapat pada bagian hilir atau pada bagian slip of slope pada kelokan sungai. Karena biasanya pada bagian kelokan ini terjadi pengurangan energi yang cukup besar.

Ukuran material yang diendapkan berbanding lurus dengan besarnya energi pengangkut, sehingga semakin ke arah hilir, energi semakin kecil, material yang diendapkan pun semakin halus.

Sedimentasi adalah terbawanya material hasil dari pengikisan dan pelapukan oleh air, angin atau gletser ke suatu wilayah yang kemudian diendapkan. (viva)
Pulau Misterius Muncul di Muaragembong Bekasi
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :