Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
KEDIRI - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengimbau pengungsi korban letusan Gunung Kelud, Jawa Timur  agar tidak kembali ke rumahnya dulu selama situasi gunung belum dinyatakan aman.

Namun, usai kunjungan Presiden ke pengungsian, warga justru pulang ke rumahnya.
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :

Selasa, 18 Februari 2014

Presiden Imbau Tak Pulang Dulu, Pengungsi Justru Pulang
Sukasih, warga Desa Sempu, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur langsung bergegas pulang usai menyambut SBY dan mengambil bantuan di posko pengungsian Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Segaren, Kecamatan Wates.

Ia mengatakan, ingin segera pulang karena harus membersihkan rumahnya dari pasir dan runtuhan genteng akibat letusan Gunung Kelud.

"Mau membersihkan rumah. Nanti malem sudah tidur di rumah," ujar Sukasih sebelum beranjak pulang dari pengungsian, Senin (17/2/2014).

Sukasih mengatakan, Minggu (16/2/2014) malam, dia pun sudah meninggalkan pengungsian dan bermalam di rumahnya yang mengalami kerusakan. Demikian juga halnya dengan Sunami, tetangga Sukasih.

Begitu iring-iringan mobil rombongan SBY habis, meninggalkan pengungsian, Sunami langsung berpamitan hendak pulang kepada kerabatnya di pengungsian. "Di rumah saja lebih enak," katanya.

Sebelumnya, Presiden mengimbau warga untuk tetap tinggal di pengungsian hingga kondisi Gunung Kelud stabil dan tidak lagi mengancam.

"Kalau belum aman, sabar dahulu di tempat seperti ini (pengungsian). Jangan sampai, bapak dan ibu kembali ke tempat, tiba-tiba ada bahaya baru," kata SBY dalam kunjungannya ke posko pengungsian GKJW Segaren, Kamis.

Presiden mengatakan, pemerintah tidak menginginkan jatuh korban akibat kenekatan warga. "Kami tidak ingin ada korban seperti kemarin di Sumatera Utara, Gunung Sinabung saat belum aman namun nekat menerobos," katanya.


Korban Kelud Minta SBY Juga Lihat Rumah Rusak

Warga Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang menjadi korban letusan Gunung Merapi meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), juga mengunjungi rumah-rumah rusak akibat abu vulkanik.

"Harapan warga pak SBY bisa mengunjungi langsung ke rumah-rumah warga yang rusak parah. Biar Pak SBY tahu kondisinya. Tidak hanya mengunjungi korban di pengungsian," harap Sri Lestari (31), warga Dusun Plumbang, Desa Pandansari, Kecamatan Ngantang, Kabupaten Malang, Senin (17/2/2014).

Menurut Sri Lestari, warga sangat membutuhkan bantuan agar rumah mereka bisa diperbaiki karena mereka sudah tidak punya apa-apa lagi. Tanaman dan rumah serta isinya sudah hancur.

"Harapannya bisa dapat bantuan dari pemerintah," katanya.

Hal senada dikatakan Yanto (35), warga Desa Pandansari. "Jika langsung ke lokasi, Pak SBY bisa tahu kondisinyanya. Tanaman yang rusak seperti apa. Tidak hanya tahu dari laporan," katanya.

Para korban di Malang, menginginkan Presiden SBY blusukan ke rumah-rumah rusak. "Tak hanya di pengungsian. Biar lebih dekat dengan rakyatnya. Seperti apa kondisinya di desa rakyatnya," katanya.

Presiden Yudhoyono dijadwalkan menemui sekitar 7.200 pengungsi di posko pengungsian Gedung Ganesa, Kota Batu, pada Selasa (18/2/2014) pagi. (kcm)
Kedatangan Presiden SBY disambut ratusan uluran tangan para pengungsi bencana letusan Gunung Kelud di Masjid Agung An Nur Pare, Kediri