Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Soekarwo menyatakan pemerintah provinsi siap mengucurkan dana tak terbatas untuk penanggulangan bencana alam akibat letusan Gunung Kelud.

“Siapa yang mau bencana. Kami siap anggaran unlimited, tidak terbatas, bisa dimintakan,” kata Soekarwo, Selasa 11 Februari 2014.
Kamis, 13 Februari 2014

Disiapkan Dana Tak Terbatas untuk Bencana Kelud
Menurtnya, penanganan warga di daerha bencana lebih penting dan secara aggaran bisa didahulukan dibanding lainnya. “Semua sesuai dengan Undang-Undang tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana," ujarnya.

Untuk penanggulangan bencana, pemerintah provinsi Jawa Timur menyiapkan anggaran Rp 100 miliar. Itu khusus untuk dana bencana di Jawa Timur tahun ini. Jika dianggap masih kurang bisa ditambah sesuai kebutuhan. Soekarwo, yang akan dilantik sebagai Gubernur 2014-2019 kemarin, berencana mengunjungi warga di lereng Gunung Kelud di Kediri 20 Februari pekan depan.

Soekarwo mendapat informasi bahwa aktivitas vulkanologi Kelud sudah siaga (level III) sehingga warga di radius 5 kilometer dilarang beraktivitas. Pemukiman di wilayah radius dua kilometer dari puncak gunung itu harus dikosongkan karena berbahaya.

“Sekarang harus segera diungsikan," kata Soekarwo.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Syamsul Maarif mengatakan warga yang berada di dekat kawasan puncak Gunung Kelud harus segera diungsikan. Itu dilakukan bila aktivitas vulkanik gunung di perbatasan Kabupaten Blitar, Kediri, dan Malang itu semakin meningkat.

“Kita lihat dalam beberapa hari ke depan, jika terus meningkat masyarakat sekitar akan segera diungsikan," kata Syamsul di Jakarta Selasa 11 Februari 2014.

Syamsul menjelaskan masyarakat yang diungsikan adalah yang berada 10 kilometer dari gunung tersebut. Setidaknya ada 212.000 jiwa yang akan diungsikan. Upaya evakuasi ini untuk menghindarkan hatuhnya korban. BNPB telah berkoordinasi dengan pemerintah Jawa Timur.


Jusuf Kalla Sebut Logistik PMI Masih Kurang

Jusuf Kalla (JK), Ketua Umum Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat melakukan pengecekan terhadap persiapan yang dilakukan PMI dalam mengantisipasi erupsi Gunung Kelud. JK menyebut, logistik yang ada masih kurang utamanya, tangki penampungan air bersih.

"Tangki yang ada baru delapan. Kalau jumlah masyarakat di daerah rawan bencana 60.000 orang, berarti masih kurang 40 lagi. Selain itu, dapur umum juga harus ditambah, untuk mencukupi kebutuhan makanan," seru Jusuf Kalla saat melakukan pengecekan terhadap logistik PMI di rest area Gunung Kelud di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Rabu (12/2/2014) sore.

Beberapa logistik yang dilihat Jusuf Kalla antara lain, perahu karet, masker anti debu vulkanik dan watersan, alat untuk memproses air kotor menjadi air bersih untuk konsumsi. Jusuf Kalla juga sempat mencoba alat-alat yang telah disediakan tersebut, salah satunya masker.

Dalam kesempatan itu, Jusuf Kalla berpesan agar masyarakat selalu mematuhi petunjuk dan arah pemerintah, supaya tidak sampai jatuh korban, seperti pada erupsi Gunung Sinabung di Sumetera Utara. Selain itu, Jusuf Kalla juga meminta supaya pemerintah lebih bersiap mengantisipasi setiap bencana.


Pengungsi Bertambah 6.000 menjadi 66 ribu Jiwa

Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kabupaten Kediri, Jawa Timur terus melakukan update atau memperbaharui data jumlah pengungsi yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana (KRB) letusan Gunung Kelud. Satlak menemukan adanya tambahan pengungsi hingga 6.000 jiwa.

Komando Insiden Comander Satlak PBP Kabupaten Kediri Letkol Infanteri Heriyadi mengatakan sesuai data terakhir, jumlah pengungsi akibat dmpak Gunung Kelud jika mengalami erupsi bertambah. Jika sebelumnya disebutkan hanya 60 ribu, kini bertambah menjadi 66 ribu.

" Penambahan itu dikarenakan dalam pendataan sebelumnya, ada warga yang tinggal di rumah kerabatnya. Sehingga kita data kembali. Selasa malam, kita pastikan jumlah pengungsi mencapai 66 ribu. Kini, data kami sudah fix,” tegas Heriyadi, Rabu (12/2/2014)

Adapun untuk hewan ternak milik warga yang juga akan dievakuasi, menurut pria yang merupakan Komandan Kodim 0809 Kediri ini, jumlah sapi 865 dan kambing 996 ekor.

Sementara untuk lokasi pengungsian berada di gedung-gedung sekolah diwilayah kecamatan Wates ada 29 titik, Punncu 37 titik, Plosoklaten 9 titik dan Kepung 42 titik. [berbagai sumber]
Tenda untuk Pengungsi Kelud
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :