Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Ruyati dan Darsem, sama-sama TKI tapi beda nasib. Ruyati meninggal di pedang tajam pemancung, sedang Darsem lolos setelah pemerintah membayar diyat (tebusan) Rp 4,7 miliar. Pulang ke Subang, Darsem masih dapat 'hadiah' lagi yaitu uang lebih Rp 1,2 miliar dari pemirsa TVOne, dan kini hidup Darsem telah berubah 180 derajat.

Pengacaranya, Elyasa Budianto, bercerita, keluarga Darsem saat ini berlimpah harta. Selain membeli sawah dan membangun rumah, Darsem juga terlihat mengoleksi perhiasan emas.
Sabtu, 06 Agustus 2011

Dapat Rp 1,2 M, Darsem Kini Bak Toko Emas Berjalan
"Dia sekarang kalau ke mana-mana pakai emas, sudah kayak toko berjalan. Saya tidak enak juga melihatnya, itu kan uang sumbangan ya," kata Elyasa, Jumat (5/8/2011).

Menurut Elyasa, bukan hanya gaya hidup Darsem saja yang berubah, namun sikap ibu satu anak itu tak lagi seperti dulu. Jika dulu Darsem terkesan pendiam, kini Darsem lebih banyak bicara dan senang diwawancara.

"Sikapnya berubah, sama tetangga-tetangganya juga berubah. Yang lebih nggak enak, dia seperti ingkar dengan janji-janjinya dulu. Dulu kan dia mau bantu memperbaiki jalan di kampung, tapi ternyata setelah dapat uang, dia nggak mau. Itu yang bikin warga nggak senang," kata Elyasa.

Sikap Darsem ini juga yang membuat Elyasa sedikit malu mendampingi Darsem. Selama ini dia telah berusaha membantu keluarga Darsem agar mendapat simpati masyarakat, tapi ternyata saat ini sikapnya berubah.

"Dulu saya bantu atas dasar kemanusiaan, tapi kok jadi begini. Saya malu juga sama masyarakat," kata Elysa.

Sejumlah media massa juga menyoroti gaya hidup Darsem yang kini berbeda itu. Saat diwawancara, Darsem terlihat bling-bling. Perhiasan emas seperti anting, gelang, kalung, dan cincin bernilai puluhan juta tampak melekat di tubuh Darsem.

Bahkan koran ibukota menyebut Darsem saat ini dijuluki 'Toko Berjalan' karena perhiasan emas yang melekat di tubuhnya sangat banyak dan berukuran besar-besar.

Darsem menerima uang sumbangan pemirsa melalui rekeningnya di Bank BRI Pamanukan, Subang, Senin. Saat menerima sumbangan itu, Darsem yang didampingi keluarganya mendatangi kantor bank tersebut pada 25 Juli 2011.

Saat melihat rekeningnya yang menggendut, raut wajah Darsem sangat bahagia. Bahkan Darsem sempat memperlihatkan buku tabungan yang tertera Rp 1,259 miliar kepada wartawan. Saat itu, Darsem mengaku ingin menyumbang anak yatim dan kaum jompo di kampungnya. Selain itu, Darsem juga ingin melunasi utang-utangnya.

Sumbangan untuk Darsem dari pemirsa TVOne, semula dimaksudkan untuk membantu membayar diyat (tebusan) bagi ibu satu anak itu sebesar Rp 4,7 miliar. Namun diyat itu kemudian dibayar oleh pemerintah. Sehingga dana pemirsa TVOne yang terkumpul, diserahkan semua kepada Darsem.


Darsem Pernah Janji Beri Sebagian Rp 1,2 M untuk Keluarga Ruyati

Darsem 'hanya' membagi Rp 20 juta dari Rp 1,2 miliar yang diterimanya dari pemirsa TVOne untuk keluarga Ruyati. Padahal sebelumnya, Darsem berjanji akan membagi sebagian uang bantuan tersebut dengan Een, anak Ruyati.

"Saya mau ngomong, dari sebagian uang ini, aku akan sumbangkan kepada Ibu Een," begitu janji Darsem saat menerima sumbangan dari pemirsa TV One dalam acara Jakarta Lawyers Club yang ditayangkan pada 14 Juli lalu.

Hal itu disampaikan Darsem usai menerima sumbangan Rp 1,2 miliar secara simbolik. Dengan membawa plakat bertuliskan 'Bantuan Pemirsa TVOne untuk Darsem', raut wajah perempuan beranak satu itu tampak senang.

"Ini benar-benar bukan uang TVOne, ini uang rakyat Indonesia. Kami hanya menyampaikan amanah dari pemirsa," kata pemandu acara Jakarta Lawyers Club Karni Ilyas saat memberikan sumbangan senilai Rp 1.259.056.559 itu. Hadirin langsung bertepuk tangan. Darsem pun tersenyum.

Saat acara itu berlangsung, Een juga ternyata hadir. Een yang mengenakan jilbab berwarna pink tampak tidak bisa menahan tangisnya. Beberapa kali, wanita cantik itu tampak menyeka air mata yang membasahi pipinya.

Bahkan saat diminta maju ke depan, Een terus tidak bisa menahan tangisnya. Boleh jadi, Een teringat ibu kandungnya yang harus meninggal karena dipancung di Arab Saudi pada beberapa waktu lalu.

Sementara itu dalam kesempatan itu, Darsem sempat mengucapkan terima kasih kepada donatur yang telah membantunya. Dia juga berterima kasih dan mengucap syukur bisa terbebas dari hukuman mati dan pulang ke Indonesia.

"Terima kasih bapak-bapak ibu-ibu telah menolong saya kepada TVOne juga, kepada masyarakat semua seluruh Indonesia untuk menolong saya untuk pulang ke Tanah Air sendiri," kata Darsem yang tampil dengan kemeja lengan panjang bermotif garis-garis oranye itu. (detikNews)



'Darsem telah berubah 180 derajat'
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :