Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Sleman - majalahbuser,com,  Aksi main hakim sendiri terhadap aparat TNI Angkatan Darat (AD) kembali terjadi. Kali ini, dua anggota dari Batalion Infanteri (Yonif) 403 Wirasada Pratista, Kentungan, Sleman yang menjadi korbannya. 

Meraka adalah, Praka Bathasar Lermatan dan Praka Silvester Tawurutubun. Mereka dikeroyok empat pemuda yang diduga berasal dari Papua, ketika tengah berada di minimarket yang berada di Jalan Seturan, Babarsari, Depok, Sleman, Minggu (5/5) sekitar pukul 10.00 WIB.
Rabu, 8 Mei 2013

Anggota TNI Dikeroyok Sekelompok Pemuda di Sleman
Praka Bathasar Lermatan mengalami luka cukup serius. Dia diduga dipukul dengan benda tumpul, dan terkena senjata tajam. Korban dilarikan ke RS Tentara Magelang untuk mendapatkan perawatan lebih intensif. 

Kasus penganiayaan terhadap dua anggota TNI ini ditangani langsung Polres Sleman dengan dukungan Polda DIY. Bahkan, Danrem 072 Pamungkas Brigjen TNI Adi Widjaya bersama jajaran juga mendatangi Polres Sleman untuk berkoordinasi terkait perkembangan penanganan kasus ini

Kepala Penerangan Korem 072 Pamungkas, Kapten (Inf) Munasik yang ikut melakukan pendampingan kunjungan tersebut menyebutkan, kondisi Praka Bathasar Lermatan sudah membaik. Hanya dia masih dirawat di RS Tentara Magelang.

Dari koordinasi yang dilakukan di Polres Sleman, diperoleh informasi, bahwa dua orang yang diduga terlibat penganiayaan sudah ditangkap. Selain mendatangi Polres Sleman, Danrem 072 Pamungkas, melanjutkan perjalanan ke Markas Yonif 403 Wirasada Pratista di Kentungan, Depok, Sleman.

"Jajaran Korem melakukan pengarahan ke Batalion untuk mengantisipasi agar kasus ini tidak meluas," kata Munasik.

Berdasarkan informasi yang didapat majalahbuser.com, sebelum penganiayaan terjadi, terlihat dua pemuda dalam kondisi mabuk berada di luar minimarket. Sedangkan dua orang lainnya berasal dari daerah yang sama tengah berbelanja. Namun saat hendak membayar, mereka tidak memberikan uang yang semestinya mereka bayarkan (kurang-red) kemudian terjadi keributan.

Pada saat bersamaan, Praka Bathasar Lermatan dan Praka Silvester Tawurutubun datang berbelanja dan melihat keributan yang terjadi lantas menegur. Namun kedua pemuda mabuk itu merasa tidak terima dengan teguran Bathasar, mereka lantas melakukan perusakan kaca pintu minimarket dan melawan kedua anggota TNI itu.

Akibat pekeroyokan itu Praka Bathasar Lermatan mengalami luka bengkak pada bagian hidung karena pukulan batu, pipi kanan memar, serta luka sobek pada lengan tangan kiri. Sementara Praka Silvester Tawurutubun hanya luka lecet pada ibu jari bagian kiri. 

Untuk melakukan pelacakan orang yang melakukan penganiayaan, kepolisian menyelidikinya dengan memeriksa rekaman CCTV minimarket.

Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman mengungkapkan, setelah dilakukan pelacakan, diamankan dua pemuda dengan inisial Fr dan Str yang diduga terlibat penganiayaan. Setelah penangkapan itu, siangnya, dua lainnya Bb dan Br menyerahkan diri ke Polres Sleman. 

"Kami telah mengamankan pecahan kaca dan batu sebagai barang bukti," katanya.

Penangkapan terhadap Fr dan Str itu dilakukan di subuah asrama warga Papua, di daerah Mancasan Kidul, Maguwoharjo, Depok.

Hingga kini, polisi masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengetahui persoalan yang sebenarnya terjadi. Dalam penyelidikan yang dilakukan, empat orang pemuda mendapatkan pendampingan dari perwakilan asrama.

Menyusul kejadian itu, hingga Selasa selasa sore, Mapolres Sleman dijaga personel Pengendali Massa (Dalmas) dan TNI. Sejauh ini situasi kondusif.

Kepala Bagian Operasional Polres Sleman, Kompol Hery Suryanto, mengatakan, 1 peleton TNI dari batalyon 403 menjaga Mapolres. Selain itu, ada juga 1 peleton Dalmas.

"Penjagaan dari TNI ini perintah dari Danrem. Mereka berjaga mulai pukul 00.00-05.00," kata Hery Suryanto di Mapolres Sleman, Selasa (7/5/2013).

Pengamanan dilakukan sampai penyelidikan selesai21. Pola pengamanan ini akan tetap dievaluasi. Jika skalanya naik, maka pengamanan akan lebih ditingkatkan lagi. (hm/herlit)
Pelaku pengeroyokan 2 anggota TNI

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :