Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Mantan Wapres Jusuf Kalla meminta keseriusan pemerintah untuk menangani aksi Negara Islam Indonesia (NII) yang marak saat ini. Menurutnya tugas pemerintah harus menyadarkan tokoh-tokoh NII yang ada.

"Pemerintah harus memberikan pengetahuan yang benar soal aqidah dan mencari tokoh-tokoh NII. Harus disadarkan," ujar JK usai menyaksikan pementasan Teater I La Galigo, di Benteng Fort Rotterdam, Makassar, Sabtu (23/4/2011) malam.
24/04/2011
JK: Pemerintah Harus Menyadarkan Tokoh NII
Menurut JK ada pemahaman yang salah dari para tokoh NII yang ada saat ini. NII selama ini juga kerap dikaitkan dalam kasus pencucian otak dan hilangnya mahasiswa di beberapa kampus di Indonesia.

"NII harus dilawan, pemerintah dan para ulama harus memberikan pengetahuan yang benar," tambahnya.

Selain itu, JK menambahkan, gerakan radikalisme di Indonesia saat ini semakin berbahaya. Para Radikalis menganggap surga sebagai sesuatu yang mudah diraih begitu saja, misalnya dengan bom bunuh diri dan menganggap dirinya mati syahid.

"Setiap orang bisa berpikir ekstrim, asalkan jangan sampai berbuat anarkis, ini berbahaya," tandas JK. (mna/her)

Waspadai Aksi NII, Polri Tingkatkan Pengawasan

Jakarta - Aksi cuci otak ala gerakan Negara Islam Indonesia (NII) mulai marak akhir-akhir ini. Guna menghindari jatuhnya korban, Mabes Polri akan meningkatkan pengawasan.

"Ini masih ditangani (kasusnya). Kita backup Polda Metro Jaya. Jadi nanti kita tunggu hasil pengembangan Polda Metro Jaya," ujar Kabareskrim Polri Komjen Pol Ito Sumardi di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (20/4/2011).

Meski tak ada instruksi dari Kapolri, kata Ito, pihaknya akan meningkatkan pengawasan. Ito akan menekankan agar jajaran reskrim selalu waspada dan membongkar kasus tersebut.

"Penekanan dari pimpinan supaya kita meningkatkan kegiatan kita baik dari penyelidikan, pengawasan," imbuhnya.

Ito berharap masyarakat juga pro aktif membantu kerja polisi. Apabila mengetahui ada jaringan NII atau menjadi korban, silakan melapor ke polisi terdekat.

"Sekarang yang kita perlukan bagaiman info itu bisa sampai ke kita secara cepat supaya kita bisa ambil langkah antisipasi. Tapi kalau udah lama baru dilaporkan tentunya susah. Marilah siapapun juga berikan info secepat mungkin, kendala kita di situ aja," jelas mantan Kapolda Riau ini.

Apakah kegiatan NII bisa disebut teror? "Kita belum bisa simpulkan," tuturnya. (ape/mok)(detikNews)
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :