Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Jakarta - Nasional Demokrat (Nasdem) pimpinan Surya Paloh dan Nasional Republik (Nasrep) yang dikenal sebagai kendaraannya Tommy Soeharto resmi mendaftarkan diri menjadi partai politik. Keduanya mendaftar di Kemenkumhan hari ini.
"Sudah tiga partai mendaftar. Tiga partai itu adalah Nasional Demokrat, Nasional Republik, dan Partai Persatuan Nasional," ujar Direktur Tata Negara Kemenkum HAM, Asyari Syihabuddin, kepada wartawan, Senin (25/4/2011).
26/04/2011
Nasdem dan Partainya Tommy Soeharto Daftar Jadi Parpol
Pihak Kemenkum sudah meminta agar Nasdem dan Nasrep segera diminta melengkapi berkasnya. Nantinya pihak Kemenkum segera melakukan verifikasi parpol.

"Proses mereka harus melengkapi persayaratan sesuai UU paling lambat 22 Agustus 2011. Mereka akan mengikuti tahap verifikasi parpol bulan agustus 2011 nanti," tuturnya.

Akhir pendaftaran partai baru yaitu tanggal 22 Agustus 2011. Proses verifikasi partai politik peserta Pemilu 2014 akan dilaksanakan pada dua hari berikutnya.

Status badan hukum diberikan kepada partai politik apabila memenuhi persyaratan kepengurusan di 60 persen dari jumlah provinsi. Selain itu partai harus memiliki separuh kepengurusan di kabupaten/kota dalam provinsi, dan seperempat kepengurusan tingkat kecamatan dalam kabupaten/kota. (van/ndr)(detikNews)

Partai Tommy Soeharto Hanya untuk Transaksi Politik

Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto menggagas pembentukan partai baru, Partai Nasional Republik. Pengamat politik Universitas Indonesia Zulfikar Ghazali mengatakan, siapapun bisa membentuk sebuah partai.

"Semua orang ini bikin partai kan sekarang sudah kaya bisnis, jualan suara," ungkapnya Senin (25/4/2011).

Menurutnya, kiprah Tommy dalam pembuatan partai ini tak memberikan sumbangsih untuk negara. Pasalnya, Tommy adalah seorang yang pernah bersentuhan dengan hukum.

"Tidak ada sumbangan buat negeri, dia cuma bertransaksi saja, ya tekan sana, tekan sini," terangnya.

"Pada akhirnya nantinya mereka membuat partai ini cuma traksaksi politik nggak ada soal pembangunan karena memang itu tujuan mereka," pungkasnya. (lam)(Okezone)
Pimpinan Partai Nasional Demokrat (Nasdem) Surya Paloh Bersama Pengurus
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :