Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
OPINI
25 April 2011
Arak Adalah Warisan Budaya, Selayaknya Diberdayakan, Bukan Dinistakan
Hariyono, Pengrajin Arak Tuban

Tuban - MajalahBuser, Arak adalah sejenis minuman (Tradisional) yang mengandung alkohol (etil alkohol) yang telah dikenal di Indonesia sejak zaman dahulu kala. Arak pada umumnya dibuat dari tuak kelapa dengan cara destilasi (penyulingan). Arak dapat juga dibuat dari beras atau beras ketan melalui proses pentapean, selanjutnya diperas. Cairannya difermentasikan dan terus didestilasi. Dalam beberapa buku sejarah Indonesia disebutkan, arak bikinan orang Indonesia memang punya cita rasa yang bikin orang-orang Eropa mabuk kepayang.

Pada Mei 2008  The New York Times edisi Minggu memuat artikel berjudul "Out of the Blue: Batavia Arrack Comes Back". Paul Clarke si penulis menuliskan, Batavia Arrack bikinan awal abad 17 di sebuah pulau di Jawa terbuat dari air tebu dan fermentasi beras merah. Punya cita rasa berbeda, seperti rum Haiti dan Scotch.
Minuman tradisional Arak yang popular dan telah menghidupi ribuan  masyarakat ini menurut sebagian orang digolongkan sebagai minuman illegal alias tidak berizin. Ironisnya,  hingga kini banyak minuman beralkohol merk lain yang merajalela hingga ke pelosok negeri tanpa ada masalah (legal). Baik yang ber-merk luar negeri, merk lokal maupun yang dikemas dalam oplosan sebagai minuman energi beralkohol.

Sebagaimana di daerah lain wilayah Indonesia, di Kabupaten Tuban pengrajin Arak juga merupakan usaha warisan turun temurun yang mampu menghidupi masyarakat sebagai mata pencaharian. Seperti dikatakan Hariyono, pengrajin Arak asal desa Tegal Agung kecamatan Semanding kabupaten Tuban bahwa, potensi pengrajin arak secara nyata telah menjadi gantungan hidup masyarakat dan memberi banyak manfaat dan memberdayakan ekonomi rakyat.

Untuk itu Ia berharap, agar setiap elemen dapat bekerjasama mencari solusi sehingga produksi arak bisa dilindungi dan tidak melanggar hukum. Hal ini dimaksudkan, di satu sisi Arak dapat diselamatkan sebagai salah satu asset usaha khas di Tuban, di sisi lain perlindungan dan perlakuan katagori mirasnya dapat ditangani. Karena pada hakekatnya, bukan produsen arak yang menyebabkan semua para penggemarnya menjadi korban arak tetapi karena ketidak pahamannya terhadap apa yang terkandung dalam arak itu membuat para peminum arak melakukan kekeliruan.

Kita perlu kesadaran tersendiri sebagai orang awam adakah yang perlu menjawab bila terlontar pertanyaan si arak yang salah atau para pemabuk yang tak tau diri..? Di negara jepang terkenal dengan minuman sake nya (sejenis arak) tetapi semuanya baik-baik saja.! Bisa dicontohkan, jika ada pemakai pisau menggunakannya salah arah dengan membunuh orang, bukan berarti  semua pembuat pisau yang harus dibredel dan dihentikan.

Jika pengrajin Arak di Tuban mendapatkan payung hukum, tentunya dapat memberi nilai tambah terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat dan bisa ditingkatkan menjadi souvenir yang digemari wisatawan (wisata kunliner) seperti yang terjadi di kabupaten Karangasem Bali.

Sekedar diketahui, untuk arak potensi bahan baku di Karangasem dalam 1 tahun 1 juta liter, bahkan  perajin arak de' Awe bisa memproduksi 2000 liter per hari untuk eksport  dan  suplay bagi hotel - hotel di Bali. Sedangkan kadar alkohol untuk produksi  wine arak yang telah berijin berkisar 40 % termasuk  katagori golongan C.

Produksi minuman arak khas tradisional Karangasem termasuk di antara golongan C dengan kadar alkohol 20 - 55 %. Arak ini pun telah diusahakan oleh 19.000 lebih pengrajin di Sidemen maupun didesa-desa yang tersebar di 7 kecamatan. Bergairahnya indutri di sektor minuman tradisional ini karena adanya perhatian dari banyak pihak utamanya dari Pemkab Karangasem. (berbagai sumber)

Penulis : S. Soeprapto (Wartawan Majalah Buser)

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :