Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Ternyata tidak hanya enam lokasi yang mereka incar. Dari keterangan polisi, sedikitnya 16 lokasi yang mereka target untuk diledakkan.

Selain pos polisi, targetnya sebagian besar tempat-tempat yang dianggap lokasi simbol asing dan hiburan malam yang tersebar di Kota Surabaya.
Rabu, 22 Januari 2014

Penangkapan Teroris di Surabaya
Bila 6 Target Awal Sukses, Majid dan Dhoni akan Ledakkan 16 Tempat Lagi

Surabaya - Kelompok tersangka teroris Abdul Majid dan Isnaini Ramdhoni atau Dhoni sudah merencanakan aksi pengeboman secara matang. Berdua sudah melakukan survei untuk menentukan 22 target.
Menurut polisi, 16 lokasi yang menjadi incaran jaringan teroris Poso adalah Atmosphere Spa di Jalan HR. Muhamad, Desperado di Hotel Shangri-La, Somerset Hotel, JW Marriot Hotel, Sheraton Hotel, Apartemen Beverly Hills, Apartemen Waterplace, Giant Supermarket Jalan HR. Muhammad, Station & Coyote di Tunjungan Plaza.

Selain itu, Kowloon Pub di Plaza Surabaya, Diskotek Kantor di kawasan Semut, tempat kebugaran 360 di Royal Plaza, M1 dan EXCUZE daerah Pakuwon City, Fabrica Spazio di daerah PTC, Penthouse di kawasan Raya Ngagel, Wisma Dharmala (Intiland) di Jalan Panglima Sudirman.

"Setelah berhasil enam, ada rencana pengeboman lain," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Awi Setyono sembari menerangkan 16 lokasi yang jadi target, Selasa (21/1/2014).

Sebelumnya, dua terduga teroris mengaku sudah menarget 6 lokasi pengeboman diantaranya, Dolly, dua pos polisi serta tempat hiburan malam Colors Pub dan Resto di Jalan Sumatera, Galaxi di Pandegiling.

"Enam sasaran awal, keduanya merencanakan pengeboman pagi tadi (Selasa, 21/1/2014) apabila tidak tertangkap," kata Awi.

Abdul Majid dan Isnaini Ramdhoni atau Dhoni ditangkap di depan SPBU di kawasan Kedung Cowek, Senin (20/1/2014) malam. Selain itu, polisi menemukan dua bom pipa aktif di tempat tinggal Majid di Tanah Merah Sayur, Surabaya.


Pengamanan di Tempat Hiburan Ditingkatkan

Sejumlah tempat hiburan malam yang rencananya jadi sasaran target bom teroris di Surabaya, membuat khawatir. Mereka pun melakukan langkah antisipasi seperti meningkatkan pengamanan hingga berkoordinasi dengan kepolisian.

"Teman-teman saya ada yang merasa khawatir. Kita tahu kabar itu, tapi kita tidak tahu apakah benar-benar berencana melakukan itu atau tidak. Yang jelas ada kabar seperti itu, kita langsung meningkatkan keamanan," kata Marketing Coordinator Colors Pub & Restaurant Surabaya, Sandra Susan, Selasa (21/1/2014).

Ia menerangkan, HRD Colors langsung mengambil langkah antisipasi seperti berkoordinasi dengan kepolisian, meningkatkan pengamanan berlapis. Apalagi, Colors akan menggelar 19th Anniversary Colors Pub & Restaurant.

"Seperti biasa, itu kan momen setahun sekali. Cuma pengamanannya lebih ditingkatkan. Selain pengamanan internal juga ada pengamanan dari kepolisian yang siaga di sekitarnya. Karena kita bertetangga dengan Konjen Jepang," ujarnya.

Ia menambahkan, pengamanan akan diterapkan secara berlapis dan areanya lebih luas. Sebelum masuk ke area Colors, pengunjung akan diperiksa. Kemudian saat akan masuk ke lokasi, pengunjung akan diperiksa dan digeledah lagi. Jika ada yang bawa tas dan tidak memungkinkan dibawa ke dalam, bisa dititipkan di loker.

"Harapan kami, isu itu tidak mempengaruhi event yang akan datang. Dan kami berharap situasinya tetap aman dan kondusif," harapnya. Peningkatan pengamanan juga akan dilakukan tempat hiburan dan olah raga, Galaxy Pool & Karaoke, Jalan Pandegiling.

"Saya sudah tahu tentang berita itu. Tapi belum ada perintah dari atasan untuk mengantisipasi ancaman tersebut," kata Security Pool & Karaoke Galaxy Jalan Pandegiling, Komary, Selasa (21/1/2014).

Meski tidak ada perintah langsung dari atasan, tapi Komary dan rekan-rekannya berinisiatif untuk memperketat penjagaan, termasuk memeriksa dan menggeledah pengunjung. "Prosedurnya di sini setiap pengunjung diperiksa barang bawaanya. Kali ini, kami akan lebih teliti memeriksa isi tas pengunjung, karena kami juga tidak dilengkapi dengan metal detector," terangnya.

Sementara itu, petugas keamanan tempat hiburan D'Pasar Pub and Karaoke (sebelumnya tempat hiburan Dollar) Jalan Kusuma Bangsa, mengaku tidak mengetahui kabar ancaman teroris itu. "Saya belum mengetahui kabar itu. Tetapi, di sini belum pernah ada kejadian seperti itu (ancaman bom)," ujar Mugi.

Dari pantauan, pengamanan di Galaxy maupun D'Pasar masih melakukan kegiatan seperti biasa. Juga tidak ada aparat kepolisian yang berjaga di tempat hiburan itu, hanya satpam saja.

Mobil dan motor pengunjung di Galaxy terlihat banyak di parkir, dan terlihat seperti aktivitas biasa. Sementara kegiatan D'pasar masih belum terlihat karena bukanya mulai pukul 17.00 WIB. (dtk)
Rumah terduga teroris Surabaya

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :