Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Samarinda - Banjir yang merendam ribuan rumah yang dihuni sekitar 20 ribu KK di 3 kecamatan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), yang berbatasan dengan Sabah, Malaysia, mengakibatkan 8 rumah hanyut. Tidak ada korban jiwa dari musibah tersebut.
Selasa, 28 Januari 2014

Sungai di Perbatasan Kaltara-Malaysia Meluap, 8 Rumah Hanyut
Keterangan diperoleh dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan, Pemkab Nunukan telah menyatakan status Tanggap Darurat Bencana selama 14 hari sejak Kamis (23/1/2014) lalu.

Sekitar 20 ribu KK berdampak banjir itu berada di 56 desa di 3 kecamatan yakni Kecamatan Sembakung, Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Lumbis Ogong. Hingga memasuki hari keenam ini, 4 Desa di Kecamatan Sembakung masih menjadi kawasan terparah dengan ketinggian air rata-rata 1,5 meter.

"Aktivitas pemerintahan di Kecamatan Sembakung juga lumpuh sejak Kamis (23/1/2014). Juga melumpuhkan aktivitas sekitar 20 sekolah SD, SMP dan SMA di Sembakung dan diliburkan hingga batas waktu yang belum ditentukan," kata Kepala BPBD Kabupaten Nunukan, Muhammad Amin, kepada wartawan, Senin (27/1/2013).

Belakangan diketahui, setelah diinventarisir lebih jauh, 8 rumah warga di Kecamatan Lumbis Ogong dilaporkan hanyut namun tidak ada korban jiwa. Mengingat, hulu sungai di Lumbis Ogong, berasal dari aliran Sungai Pensiangan, Sabah, Malaysia.

"Delapan rumah hanyut itu seperti disapu banjir bandang karena sungai di Malaysia meluap. Luapan itu kemudian juga berdampak ke Kecamatan di hilir seperti di Kecamatan Lumbis dan Kecamatan Sembakung, dimana sungai kedua kecamatan itu ikut meluap," terang Amin.

"Pendataan ini selain dilakukan oleh BPBD, juga diinventarisir oleh pihak kecamatan beserta laporan masyarakat. Karena memang jarak antar desa berjauhan, meski sarana yang kita miliki terbatas, kita berusaha sekuat tenaga memaksimalkan fasilitas yang ada," jelasnya.

"Di ketiga kecamatan itu dalam 4 hari terakhir ini, tengah dilanda hujan berintensitas ringan hingga sedang. Mudah-mudahan tidak terjadi hujan deras yang berisiko terhadap kemungkinan kenaikan kembali debit air," ungkapnya lagi.

Bantuan terhadap korban banjir, juga terus disalurkan kepada korban banjir dengan menggunakan sarana angkutan air. Tercatat, Pemkab Nunukan telah melakukan 2 kali gelombang pengiriman bantuan logistik, perlengkapan bayi dan wanita.

"Jam 3 sore ini, kapal kembali bongkar muat 30 ton bantuan logistik dan segera akan didistribusikan kepada korban banjir," tutup Amin. (dtk)
Banjir yang merendam Desa Atap, Kecamatan Sembakung.
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :