Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
PAREPARE - Personel Brigade Mobil (Brimob) Detasemen B Pelopor Parepare, Brigadir Polisi Zico (25), meninggal dunia, setelah tertikam keris pusaka warisan leluhurnya, Selasa (4/2/2013) malam.

Bintara personel khusus Polri ini ditikam saudara sepupunya sendiri, A Edwin (24).
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :

Kamis, 6 Februari 2014

Berebut Keris Pusaka, Seorang Brimob Tewas
Petugas paramedis RSUD Andi Makkasau Parepare, tak bisa menyelematkan nyawa, bintara muda ini, setelah tiga luka tusukan keris menancap di dada, bahu, dan perut.

Sedangkan si penikam, Edwin, hingga Rabu (5/2) kemarin, masih menjalani perawatan intensif di Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Lumpue. Pekerja serabutan ini di kawasan Pelabuhan Parepare ini, mengalami satu luka satu tikaman di dada.

Penyidik Polresta Parepare masih mengisolir jalan akses ke Kawasan Wisata Pantai Lumpue, sekitar 1 km sebelah selatan Kota Parepare.

Mengonfirmasikan hasil penyelidikan tahap awal, Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Parepare, AKP Wahyudi Rahman, menyebutkan, pemicu perkelahian maut ini karena berebut badik bertuah, peninggalan leluhur mereka.

"Untuk sementara dugaan kami, mereka berkelahi karena berebut benda pusaka yakni keris itu," katanya seraya menyebut, keris itu menjadi barang bukti kasus kriminal langka ini.

Almarhum Zico, masih kerabat dekat dengan Edwin. Polisi masih menunggu, pulihnya kesehatan Edwin, sebelum melanjutkan pemeriksaan kasus ini, ketahap penyidikan.

Karena melibatkan personel elite Polri, tim penyidik dan perwira di Polresta Parepare, amat-hati-hati memberi keterangan soal perkembangan penyelidikan kasus ini.
Dari keterangan resmi kasat serse, terungkap sebelum insiden penikaman.

Edwin hanya melakukan pembelaan diri. Ziko yang berpostur tubuh lebih tegap, yang diduga memulai keributan, dengan menghunuskan keris itu Edwin yang merasa terdesak melawan. Dia balik memukul korban dengan helm, hingga keris tersebut terjatuh.

"Cerita sementara, Edwin lalu mengambil keris tersebut, dan menikam balik Zico, hingga tewas," cerita Wahyudi Rahman.

Sejumlah warga Parepare, yang juga tetangga, Brigadir Polisi Zico, yang tewas setelah ditikam keluarganya mengatakan bahwa korban diduga mengalami depresi.
Seperti yang diungkapkan oleh, Hakim salah seorang warga setempat, Rabu (5/4/2014).

Bahkan menurut Hakim, Brigadir Zico sempat dirawat selama tiga bulan di rumah sakit di Parepare, setelah mencoba bunuh diri dengan cara menembak dagunya sendiri.

"Setelah kembali tugas pengamanan di Polmas beberapa waktu lalu, Ia sempat mencoba bunuh diri dengan menembak dagunya. Sepertinya Zico mengalami depresi," kata Hakim. (tribunnews)
ilustrasi: Keris