Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
majalahbuser.com - Magelang, Bertempat di SD Katolik Santa Maria, Jalan Jendral A. Yani 155A Kota Magelang, Jawa Tengah, LPK "Santo Komputer" mencoba untuk mencetak  Museum Rekor Indonesia (MURI).
Senin, 13 Mei 2013

"Santo Computer" Coba Pecahkan Rekor Muri
Susanto Hidayat Mtc, penggagas sekaligus pemilik dari LPK ini mencoba untuk mencetak rekor MURI dengan mengadakan lomba mengetik dengan mata tertutup, pertama di Indonesia. 

Lomba yang diikuti oleh sekitar 43 anak dari beberapa SD yang ada di Kota Magelang ini,  juga merupakan serangkaian kegiatan dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional.

"Ada empat kegiatan pada hari ini (11/05). Lomba melukis dengan paint XP, lomba kolase, seminar dan lomba mengetik dengan mata tertutup, yang rencananya akan mencoba mencetak rekor MURI" kata Kepala Sekolah, Suster Elis Marie,SPM, S.Pd.

Lomba mengetik dengan mata tertutup dengan mengangkat tema, lingkungan sekitarku ini direncanakan akan mencetak rekor Muri, setelah sebelumnya pada tahun 2000, Susanto Hidayat mendapatkan Piagam dari MURI atas rekor sebagai penggagas dan pengajar tuna netra mengoperasikan komputer non braile (Komputer standar).

Selain ingin mencetak rekor MURI, Susanto, merasa sangat prihatin dengan rencana pemerintah yang akan menghilangkan pelajaran Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK).

"Bila pelajaran TIK benar-benar dihilangkan berarti ini suatu kemunduran, sebenarnya pelajaran TIK bukannya dihilangkan tetapi harus lebih diintensifkan, karena selain hardware dan software, Brainware adalah unsur yang tak kalah pentingnya saat kita mengoperasikan komputer" jelasnya.

Dengan kriteria lomba yang ditentukan, minimal 120 menit mencapai 7300 kata dengan toleransi kesalahan 100 kata tanpa singkatan, kegiatan ini diharapkan mampu memacu dan menggiring para pengguna komputer utamanya anak-anak untuk dapat menggunakan kompuer secara tepat.

Sementara itu, notaris atau petugas pencatat MURI, Landrang Kunto Anuraga, SH,Sp.Not juga merespon positif akan kegiatan ini.

"Kegiatan ini sangat bagus untuk medidik sekaligus mengarahkan anak-anak untuk bisa mengenal dan mengopersikan komputer sekaligus mengenal dampak-dampak yang ada" katanya.

Meski belum bisa sesuai target dan mencetak rekor baru, namun para peserta terlihat sangat senang dan antusias.

"Aku sebenarnya pingin jadi juara satu  dan dapet notebook, tapi aku capek dan pusing terus aku nyerah aja" kata salah satu peserta lomba, Julio Bagas Putra, dari SD Kedungsari 5.

Dari hasil lomba, Evelyn Taruna dari  SD Tarakanita berhasil mengetik 3.385 kata dengan kesalahan ketik 69, berhasil menjadi Juara 1, Juara 2 Michael Kevin K, masih dari SD Tarakanita, berhasil mengetik 3.171 kata, dengan kesalahan ketik 83  dan  Juara 3 diraih oleh, Diana Rahayu dari SD Santa Maria,  berhasil, mengetik 2.400 kata dalam waktu 120 menit dengan kesalahan ketik 82. (hm/herlit)
peserta lomba (kiri), Landrang Kunto Anuraga, mengawasi jalannya lomba (kanan)

      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :