Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 – 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Lumajang - Majunya Khofifah yang berpasangan dengan mantan Kapolda Jatim Herman S Sumawiredja, tak merisaukan Soekarwo. Calon gubernur Jatim incumbent yang diusung Partai Demokrat ini pun siap menghadapi pada pemilihan yang digelar Agustus 2013 itu.

Namun Pakde Karwo, panggilan Ketua Partai Demokrat Jatim ini, sempat menduga jika pasangan yang digandeng Khofifah adalah mantan Bupati Probolinggo Hasan Aminudin.
Rabu, 15 Mei 2013

Pilgub Jatim 2013
Khofifah Gandeng Mantan Kapolda Jatim, Soekarwo Tak Risau
"Tadi saya baru baca Koran, pasangannya masih Hasan Aminudin kok. Entah kalau saat ini digandeng mantan Kapolda. Tapi, siapapun itu, kami siap berkompetisi kok," tegas Pakde Karwo, Selasa (14/5/2013).

Kapan mendaftar ke KPU Jatim, Pakde Karwo terkesan merahasiakan waktunya. Namun baginya, ketika persyaratan lengkap maka akan segera mendaftar bersama wakilnya Gus Ipul atau Saifullah Yusuf.

"Ya teman-teman wartawan tunggu saja lah. Yang jelas, ada waktunya kita mendaftar kok. Nanti tunggu tim dan saya hitung-hitung dulu, kapan hari baiknya. Hari baik itu, ketika syarat kita lengkap dan Kantor KPU Jatim buka," kata Pakde Karwo santai.

Perlu diketahui saat ini sudah ada tiga pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Timur. Mereka adalah Soekarwo-Saifullah Yusuf, Bambang DH-Said Abdullah serta Khofifah Indar Parawansa-Herman S Sumawiredja. Sementara calon independen Eggy Sudjana-M Sihat masih berurusan dengan KPU terkait persyaratan.


Inilah Alasan Mantan Kapolda Jatim Mau Digandeng Khofifah pada Pilgub Jatim

Dipinangnya Herman S Sumawiredja sebagai Calon wakil Gubernur Jatim mendampingi Khofifah Indar Parawansa memang cukup mengejutkan. Penentuan nama mantan Kapolda Jatim ini pun hanya berlangsung singkat.

"Sangat-sangat singkat waktunya kurang lebih beberapa hari lalu. Saya ditawari peluang diberikan satu peluang mendampingi Ibu Khofifah," ungkap Herman saat mendampingi Khofifah daftar di Kantor KPUD Jatim, Surabaya, Selasa (14/5/2013).

Herman pun mengungkap kesediaannya menjadi calon wakil gubernur kepada wartawan. Sebab sebab tersiar kabar bila dia kecewa pada hasil Pilgub 2008 lalu yang akhirnya pasangan Soekarwo-Saifullah Yusuf (KarSa). Pada saat itu, Herman sebagai
Kapolda Jatim memang sempat membeberkan bukti-bukti dugaan kecurangan pemilihan gubernur.

Namun Herman menepis jika hal itu menjadi salah satu alasannya dirinya maju untuk bertarung. "Saya tidak kecewa. Saya rasa kita melihat lebih ke depan dan tidak terpatok ke situ," kilahnya.

Meski begitu, Herman tak bisa memungkiri bahwa pemilihan gubernur 2008 memang tak mudah untuk dilupakan oleh publik. Herman pun mengajak publik untuk menatap masa depan agar Jatim lebih baik.

"Memang saya tahu masyarakat Jatim tidak akan pernah lupa hal itu dan saya pun juga tidak pernah lupa. Tetapi kita lebih baik melihat ke depan, karena saya yakin Ibu Khofifah adalah figur yang pas di Jatim yang akan datang ini. Dan saya akan mendampinginya sebagai wakil," terangnya.

Herman yang saat ini menjadi Dewan Pengawas PDAM Surya Kota Surabaya mengaku tidak merasa direndahkan dengan posisinya sebagai calon wakil gubernur Jatim. Bagi dia, posisi nomor dua itu cocok dengan dirinya.

"Keahlian saya di situ. Saya akan bisa menjadi staf yang baik bagi Ibu Khofifah. Dan saya tidak pernah merasa rendah. Saya juga sudah 2 tahun menjadi dewan pengawas PDAM Surabaya. Saya dipanggil Komisi B saya datang. Pekerjaan di mana saja, di tingkat RT, apalagi di tingkat provinsi, yang penting niat kita saja beramal ibadah yang baik. Mudah-mudahan rakyat mendengar dan mendukung kita," paparnya.

Herman pun berjanji tidak akan melakukan praktik kotor dalam upaya pemenangan pada coblosan yang akan digelar Agustus mendatang. Latar belakang Polri, kata dia, juga tak akan dimanfaatkan untuk menggalang dukungan keluarga Polri.

"Kita tidak akan ada pemaksaan, tidak ada hal yang melanggar undang-undang. Karena saya juga tidak suka melanggar undang-undang," tegasnya.

Herman menambahkan, pihaknya akan membuat strategi dalam menghadapi segala kemungkinan terjadinya kecurangan. Ia berharap kecurangan yang terjadi pada Pilgub 2008 lalu tidak terulang lagi.

"Ya nanti akan kita susun strateginya seperti apa. Nanti ada waktunya, kan nggak boleh stategi dikasih tahu ke orang lain," jelasnya. (detikSurabaya)
Khofifah-Herman daftar di KPU Jatim

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :