Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2015 @ majalahbuser.com
Kediri - majalahbuser.com, Proyek perbaikan saluran air kini berjalan di sejumlah jalan protokol Kota Kediri, menjadi sorotan sejumlah kalangan terkait banyaknya pohon rindang yang dikorbankan. Belum lagi, sejumlah gorong gorong pun mampet dan berdampak bau yang tidak sedap.

Kabag Humas Protokol Pemerintah Kota, Apip Permana, menjelaskan bahwa saat ini pihak Dinas Pertamanan Kebersihan (DKP) tengah menggandeng sejumlah pihak untuk menyelesaikan penataan wajah kota. Termasuk keberadaan pintu gerbang masuk kota berada di Jl. Raya Kediri Kertosono yang terpaksa dirobohkan satu sisi atas dampak pembangunan helipad Surya Air, perusahaan milik PT. Gudang Garam Tbk.
Pembangunan saluran air mendapat reaksi protes dari kalangan DPRD (nanang)
Pada Rabu, 21 Oktober 2015

Proyek Saluran Diprotes Dewan, Pemkot Dituntut Tata Wajah Kota
Kalangan pimpinan DPRD Kota Kediri membenarkan jika pihaknya menerima pengaduan dari masyarakat atas banyaknya pohon yang roboh dan mati atas dampak pembangunan gorong gorong.

Ketua Komisi C, Reza Darmawan membenarkan jika hari ini akan memanggil Dinas Kebersihan Pertamanan (DKP), Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Perhubungan Komunikasi Informasi (Dishubkominfo) atas pembangunan pembangunan dianggap tidak sesuai dengan perencanan awal.

"Mengacu musibah di Jl. Brawijaya hingga jatuh korban dan sejumlah pohon rindang yang rusak. kami akan panggil dinas terkait melalui Komisi C besok," jelas Reza anggota dewan dari Fraksi Amanat Nasional, Selasa, 20/10/2015).

"Terkait perencanaan, material yang berserakan hingga arus lalu lintas yang tergangu, menjadi topik pembahasan utama nanti" tambahnya.

Terkait hal tersebut, Pemerintah Kota Kediri melalui Kabag Humas Protokol menegaskan jika siap melakukan perbaikan atas tata kota sekarang dalam proses pembangunan.

Adapun terkait sejumlah pohon yang roboh, pihak DKP telah mengirimkan surat ke PU untuk meminta pertanggungjawaban atas kerusakan tersebut. "Nanti akan dilihat kerjasama antara pihak PU dan kontraktor terkait dampak kerusakannya," jelas Apip.

Adapun terkait keberadaan gapura yang belum dikerjakan, pihak DKP, jelas Apip, bahwa pihaknya telah menunjuk Institut Tekhnologi Surabaya (ITS) untuk mendesign gapura yang identik dengan Kota Kediri.

"Pihak Gudang Garam yang bertanggung jawab atas pembangunannya nanti, namun untuk design masih kami kerjakan dan dijadwalkan selesai Bulan Desember nanti," jelas Kabag Humas Protokol.

Terkait rencana pembangunan kembali gapura kota, PT. Gudang Garam Tbk, melalui Wakabid Humas, Iwhan Tri Cahyono membenarkan jika pihaknya hingga sekarang menunggu design dari pemerintah kota melalui DKP.

"Kami masih tunggu designnya," jelas Iwhan. (nng)

      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :