Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Tangerang - Sidang lanjutan kasus seorang ibu digugat anak dan menantunya Rp 1 miliar kembali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang, Selasa (30/9). Pada sidang kali ini, sang menantu Nurhakim mengajak mertuanya berdamai.

Dalam sidang dengan agenda mendengarkan keterangan saksi tersebut, majelis hakim meminta kepada kedua pihak agar melakukan perundingan.
Kamis, 2 Oktober 2014

Digugat Rp 1 Miliar oleh Anak, Nenek Fatimah Tolak Damai
"Kita berharap kedua pihak ini berembuk, cari kesepakatan yang menguntungkan, bagaimana pun juga penggugat dan tergugat ini kan masih satu keluarga," ujar Ketua Majelis Hakim Bambang Krisna, kepada penggugat dan tergugat.

Mendengar arahan tersebut, di luar persidangan, Nurhakim mencoba mengajak damai sang mertua. "Saya pada prinsipnya mau saja, bagaimana damainya tergantung hasil kesepakatan," ujarnya.

Sebab selama ini, Nurhakim mengaku belum pernah sama sekali menerima uang dari mertuanya tersebut sebagai kesepakatan pembelian tanah. Sedangkan terkait surat penyataan siap balik nama sertifikat, Nurhakim merasa tidak pernah menandatanganinya.

"Saya tidak pernah bikin surat pernyataan, tanda-tangannya jelas beda. Bukan punya saya, itu dipalsuin, elaknya.

Mendengar komentar tersebut, nenek Fatimah mengaku sakit hati dengan menantu dan anak kandungnya. Terlebih kasus lahan ini sampai dibawa menantu dan anaknya ke pengadilan.

Dengan tegas, nenek Fatimah menolak berdamai ataupun membayar ganti rugi tanah yang sudah sejak 1988 ditempatinya itu. "Enggak mau, saya sudah capek dan sakit hati. Kita sudah bayar tanahnya, nggak mungkin kita ganti rugi," tandasnya.

Sebelumnya dilaporkan bahwa nenek Fatimah digugat anak kandungnya sendiri Nurhanah dan suaminya, Nurhakim, sebesar Rp 1 miliar. Selain itu, nenek 90 tahun ini juga dituntut untuk mengembalikan tanah seluas 387 meter persegi yang selama ini ditempatinya.

Namun nenek Fatimah tetap bersikukuh dan mempertahankan tanah yang menurutnya sudah dibelinya itu. Nenek Fatimah juga tetap akan tinggal di rumah dan tanah yang disengketakan itu bersama ketiga anaknya yang lain. (liputan6)

ilustrasi: nenek Fatimah
      Berita Daerah  :

      Berita Nasional :