Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2011 @ majalahbuser.com
Welcome to Our Website   www.majalahbuser.com
Redaksi Iklan Pemasaran : Komplek Ruko Stadion Brawijaya  Jl. Ahmad Yani D-6  Kediri
Telp.(0354)-7000500 Fax. 0354 692543  E-mail : redaksi@majalahbuser.com
copyright . 2012 @ majalahbuser.com
Balo tampak menangis saat duduk di bangku cadangan menyaksikan Milan dikalahkan Napoli 1-3 hari Sabtu kemarin. Tak banyak yang tahu apa alasan pria 22 tahun itu tak bisa menahan emosinya.
Selasa, 11 Februari 2014

7 Jagoan Sepakbola yang Nangis di Lapangan Hijau
Mereka garang di lapangan, namun juga cengeng. Siapa mereka?

majalahbuser.com - Penyerang AC Milan yang berstatus "anak bengal", Mario Balotelli, menangis ketika digantikan oleh Giampaolo Pazzini. Ternyata bukan hanya dia saja yang pernah menangis di lapangan hijau
Ada yang menyebut karena gagal bermain dengan baik, sedih melihat performa timnya, sampai masalah sorakan-sorakan berbau rasis yang diteriakan suporter Partenopei.

Tak hanya "Super-Mario" yang pernah menangis di lapangan. Sejumlah bintang sepakbola pun kerap tak bisa menahan air mata. Berikut tujuh momen paling diingat, versi VIVAbola:

1. John Terry (Chelsea)
John Terry mungkin seorang pesepakbola tangguh yang tanpa kompromi di lini belakang Chelsea. Namun, "The Blues Skipper" ternyata tetap mampu meneteskan air mata saat gagal.

Ini terjadi pada laga final Liga Champions pada 2008 di Moscow. Saat itu, JT gagal mengeksekusi penalti pada babak tos-tosan sehingga Chelsea kalah 5-6 dari Manchester United. Kekecewaan Terry berujung air mata.

2. Cristiano Ronaldo (Portugal)
Bintang Real Madrid ini memang sering menangis dan meringis di atas lapangan, namun yang paling diingat adalah usai final Euro2004. Wajahnya tampak merah sehingga harus ditenangkan sejumlah rekannya.

CR7 ketika itu sangat dijagokan menjadi juara di Portugal ketika di final hadapi tim non-unggulan, Yunani. Sayang, trofi juara gagal mereka dapat dan yang menyakitkan mereka dua kali kalah dari Yunani di turnamen tersebut.

3. Samuel Kuffour (Bayern Munich)
Final Liga Champions 1999 adalah laga yang tak akan dilupakan sepanjang sejarah berkat dua gol injury-time Manchester United. Saat MU berpesta, kubu Bayern "terbanting kembali ke tanah" setelah hampir menjadi juara.

Tubuh besar Carsten Janker tampak tak berdaya ketika meraung-raung usai peluit panjang. Namun, Kuffour yang paling sakit hati. Ia tampak dengan marah memukul-mukul rumput Cam Nou sambil menangis.

4. Jong Tae-Se (Korea Utara)
Tampil di turnamen sepakbola terbesar sejagat, Piala Dunia, sudah pasti jadi impian seluruh pesepakbola manapun. Tak terkecuali penyerang Korut, Jong Tae-Se.

Ketika jelang hadapi Brasil di penyisihan grup Piala Dunia 2010, pemain kelahiran Jepang itu tampak menangis ketika lagu kebangsaan Korut berkumandang. Tae-Se harus berjuang untuk mendapat status warga negara Korut. Ia bangga bisa berdiri di Piala Dunia.

5. David Beckham (Paris Saint-Germain)
Pada 18 Mei 2013, David Beckham menjalani pertandingan terakhirnya sebagai pesepakbola profesional. Ikon sepakbola itu pun tak kuasa menahan tangis mengakhiri karirnya usai 21 tahun.

Pada menit ke-80 laga PSG melawan Brest, Beckham digantikan dan mendapatkan standing ovation. Sambutan hangat itu membuatnya menitikan air mata.

6. William Gallas (Arsenal)
Mata bek sangar ini harus mengeluarkan air mata karena sebuah insiden mengerikan di tengah lapangan. Saat itu, Arsenal sedang bertandang ke markas Birmingham pada Februari 2008 dan hanya bermain 2-2.

Namun, kejadian paling mengejutkan ketika Eduardo da Silva mengalami cedera patah kaki yang mengerikan di tengah lapangan. Gallas yang saat itu jadi kapten tak kuasa menahan tangis bahkan memanggil-manggil ibunya.

7. Anaitz Arbilla (Rayo Vallecano)
Jika pesepakbola di atas menitikan air matanya karena kegagalan mereka di pentas bergengsi, beda dengan bek Rayo yang satu ini. Arbilla menangis setelah "dipermalukan" bintang anyar Real Madrid, Gareth Bale.

Ia pun ditarik pada babak kedua. Saat duduk di bangku cadangan, Arbilla pun mulai menutup wajahnya dengan jaket dan sedikit menangis. (viva)
Cristiano Ronaldo, di EURO 2004
      Berita Nasional :

      Berita Daerah  :